Yuk Berkenalan dengan si “Robot Hijau”

Gaung Open Source yang dikumandangkan untuk aplikasi dan Operating System (OS) Linux di PC ternyata menular ke smartphone.

1296038038000

Gaung Open Source yang dikumandangkan untuk aplikasi dan Operating System (OS) Linux di PC ternyata menular ke smartphone. Hal ini ditunjukkan Google dan Open Handset Alliance yang mengembangkan Android ini. Open Handset Alliance ini sendiri adalah sebuah konsorsium yang beranggotakan beberapa perusahaan papan atas di bidang smartphone, seperti Texas Instrument, Motorola, dan Qualcomm, yang memiliki satu tujuan sama, yaitu mengembangkan sebuah standar baru, yang Open Source untuk smartphone. Ya, karena status Android ini adalah Open Source, maka bisa saya anggap Android ini adalah permulaan era baru bagi smartphone, yang sebelumnya seolah-olah didominasi oleh Blackberry dan iPhone. Karena status Open Source tersebut pulalah, yang menyebabkan perkembangan Android ini cukup pesat, baik untuk upgrade OS-nya sendiri ataupun jumlah aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya. Namun, apa sebenarnya Android itu?

Si “Robot Hijau” ini lahir dari sbuah perusahaan independen yang bernama Android Inc. Karena pada tahun 2005 perusahaan ini diakuisisi oleh Google, maka jatuhlah Android ini ke tangan Google, dan bersama-sama dengan open Handset Alliance, mereka mengembangkan Android ini. pada dasarnya, Android ini dikembangkan berbasis kepada kernel Linux, sehingga jangan heran apabila banyak sekali perintah-perintah yang ada di Android sangat mirip dengan Linux, seperti SU (Super User / Root) atau penggunaan filesystem ext.

Untuk gadget-nya sendiri, ada dua tipe yang dirilis di pasar. Yang pertama adalah yang didukung resmi oleh Google (seperti Google Nexus S) dan ada pula yang tidak didukung secara resmi (seperti Sony Ericsson Xperia dan beberapa tie Motorola). Yang membedakan kedua jenis gadget tersebut adalah gadget yang didukung resmi oleh Google akan selalu mendapatkan update OS resmi, sedangkan yang tidak didukung, maka hal tersebut tergantung dari vendor smartphone-nya sendiri, apakah menyediakan update tersebut atau kamu harus menggunakan custom rom (“Distro” milik Android) untuk digunakan di smartphone kamu. Banyak sekali custom rom yang beredar di pasaran (dan tentu saja gratis) untuk digunakan di smartphone kamu, sehingga cukup pilih smartphone dengan spesifikasi yang mumpuni, dan kamu akan bisa menikmati upgrade-upgrade dari Android ini.

Perkembangan Android yang pesat juga berdampak pada kiprahnya di pasar. Tercatat, pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2010 lalu, penjualan Android menempati peringkat pertama penjualan Smartphone di US. Bukan tidak mungkin, demam ini juga akan melanda di berbagai belahan negara lainnya.

Bermain Android bisa membuat lapar

Google atau Open Handset Alliance selaku pengembang Android menggunakan nama-nama makanan ringan sebagai codename untuk versi-versi Android yang mereka rilis. Sampai saat ini, sudah ada enam versi Android yang dirilis oleh Google, diluar versi 1.0 dan versi 1.1 yang tidak dirilis secara massal. Oiya, yang menarik, dalam menamai versi OS Androidnya, selain menggunakan nama makanan, juga huruf depannya selalu urut alfabet! Berikut ini adalah penjelasan beberapa versi Android tersebut.

Cupcake

cupcakeCupcake atau versi 1.5 ini secara resmi adalah versi Android pertama yang dirilis secara massal pada 30 April 2009. Terdapat banyak peningkatan dari versi sebelumnya, beberapa diantaranya adalah kemampuan untuk meng-upload video secara langsung ke YouTube atau Picasa dari ponsel. Selain itu, versi ini juga sudah mulai men-support terknologi Bluetooth A2DP yang sering digunakan dalam headset wireless. Tentu saja, perubahan terbesar lainnya adalah munculnya animasi saat terjadinya transisi di layar, dan juga widget-widget baru yang bisa ditanamkan di home screen

Donut

donutSetelah Cupcake, muncul penerusnya dengan code name Donut atau versi 1.6 pada 15 September 2009. Beberapa upgrade yang diberikan antara lain fitur Market yang semakin banyak pilihannya, pertama kalinya disediakan fitur Navigasi gratis oleh Google, dan sudah men-support resolusi layar WVGA. Selain itu, Donut-lah yang pertama kali men-suport teknologi CDMA/EVDO untuk ditanamkan di ponsel, setelah sebelumnya Android hanya bisa mendukung GSM saja. Jika dibandingkan dengan Cupcake, Donut lebih responsif dan cepat dalam mengatasi berbagai macam aplikasi.

Eclair

eclairSetelah Donut, Android mengalami upgrade cukup besar dengan Eclair atau versi 2.0/2.1 yang dirilis pada 26 Oktober 2009. Beberapa upgrade yang ditanamkan di Eclair antara lain optimasi hardware untuk meningkatkan kecepatan proses, tampilan web browser yang baru dan telah men-support HTML 5, tersedianya Live Wallpaper (wallpaper yang menggunakan gambar bergerak atau bahkan video), dan sudah men-support penggunaan flash untuk kameranya.Selain itu, Eclair juga memperbaiki kontras dan rasio layar, sehingga sudah stabil digunakan untuk ponsel dengan berbagai macam resolusi.

Froyo

froyo2Froyo (singkatan dari Frozen Yoghurt) atau versi 2.2 dirilis secara massal pada 20 Mei 2010 termasuk juga SDK (Software Development Kit)-nya. Secara keseluruhan, versi ini meningkatkan optimasi kecepatan dan penggunaan memori ponsel oleh OS Android, sehingga ponsel akan terasa lebih responsif. Selain itu, Froyo juga sudah men-suport penggunaan Flash 10.1, namun hanya ponsel tertentu saja yang bisa menggunakannya (ponsel dengan arsitektur CPU ARM 7 keatas). Upgrade lainnya, Froyo juga sudah men-support penggunaan tethering (menggunakan ponsel sebagai wireles router / hotspot).

Gingerbread

gingerbreadGingerbread atau versi 2.3 ini sudah dirilis pada 6 Desember 2010 yang lalu. Salah satu perubahan yang signifikan dalam versi ini adalah peningkatan audio, dimana kini sudah tersedia beberapa audio effect, seperti equalizer, bass boost, dan reverb, serta sudah mendukung encoding format AAC. Selain itu, versi ini juga sudah menyediakan fitur VoIP (bertelepon via internet) dan juga download manager untuk menangani download file dengan ukuran besar. Perubahan lainnya, adalah perubahan file system, dimana berubah dari file system YAFFS ke ext4 dan sedikit perubahan tampilan pada user interface.

Honeycomb

honeycombHoneycomb atau versi 3.0 pertama kali didemokan Google awal tahun ini di event CES 2011. Satu hal yang menjadi misi Google dalam update kali ini adalah membuat Android agar lebih bersahabat dengan Tablet PC yang semakin merajalela akhir-akhir ini. Selain itu, tambahan lainnya adalah dalam Honeycomb, nantinya kamu bisa melakukan video chatting menggunakan Google Talk. Fitur Maps juga semakin disempurnakan dengan menggunakan format 3D, serta beberapa tambahan lainnya seperti widget-widget baru dan juga desktop yang sudah dalam format 3D.

Selanjutnya, Ice Cream Sandwich

ice cream sandwichSelain memberikan demo Honeycomb, awal Januari lalu, Google juga mengkonfirmasikan penerus Android. Sesuai dengan “paten”-nya yang menurut abjad, maka versi terbaru ini (atau 2.4) ini akan diberi nama Ice Cream Sandwich. Lho, setelah 3.0 kok kembali ke 2.4? Alasannya, memang Honeycomb sejatinya dibuat untuk tablet PC, dan Ice Cream Sandwich inilah yang dipersiapkan untuk menjadi penerus Gingerbread di Ponsel. Versi baru ini menurut rencana akan dirilis pada pertengahan 2011 ini. Hmm, coba tebak, nama makanan apa yang berawalan J, yang akan menjadi penerus Ice Cream ini? Apakah J = Jelly?

Share this article

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.