Garudayana, Budaya Indonesia dalam Bentuk Manga

Duniaku.net kali ini mendapatkan kesempatan eksklusif loh untuk melakukan wawancara dengan pembuat Garudayana, Mas Is Yuniarto. Yuk baca di sini untuk mengetahui seluk-beluk Garudayana beserta “sneak peek” seperti apa masa depan Garudayana.

1304683983000

– Antara jalan cerita dan grafis / teknik gambar, mana yang Mas Is anggap paling penting dalam sebuah komik?

Bagi saya, yang lebih penting adalah gambarnya. Sebenarnya sih kedua hal tersebut sama pentingnya, tidak bisa dipisahkan. Tapi kenapa saya lebih mementingkan gambarnya? Karena jika saya sebagai pembaca atau pembeli komik, saat saya ingin membeli komik saya akan melihat covernya dulu. Jika cover-nya menarik maka saya akan beli. Tapi untuk ceritanya, kita bisa mengetahui setelah membacanya atau mendapatkan sedikit gambaran dari sinopsisnya. Pepatah ”Don’t judge a book by its cover” saya rasa tidak berlaku untuk komik, karena cover menjadi nilai jual tersendiri dan bisa dikoleksi hehe.

 

Arjuna memang "cantik" ya hehe

– Bagaimana pendapat Mas Is terhadap keberadaan fanbase Garudayana?

Tentang fanbase atau penggemar Garudayana di Indonesia, saya melihatnya luar biasa sekali. Saya membuka kesempatan bagi para pembaca atau penggemar yang suka menggambar, untuk mengirimkan karya mereka (fanart / guest art) yang nantinya saya tampilkan di dalam komiknya. Lalu saya mendapatkan banyak sekali sms yang memberikan dukungan untuk Garudayana, luar biasa sekali. Terima kasih untuk para pembaca. Dan satu hal lagi yang membuat saya terkejut sekali, itu adalah cosplay. Di suata kesempatan saya melihat di jejaring sosial, ada foto cewek yang cosplay menjadi salah satu karakter Garudayana, yakni Kinara. Tidak hanya Kinara saja, ternyata teman-temannya juga cosplay menjadi para karakter di Garudayana! Saya sangat terkejut, dan jujur saja saya terharu. Buat saya itu adalah sebuah kehormatan, sekali lagi terima kasih untuk para pembaca dan penggemar yang sudah meng-cosplay-kan Garudayana. Itu sebuah kebanggan tersendiri bagi saya dan juga komik Indonesia pada umumnya, karena komik Indonesia sudah mendapatkan pengakuan rasa cinta dari penggemar komik.

 

– Oh iya kalau tidak salah beberapa waktu lalu desain karakter Gatotkaca dari Garudayana milik Mas Is bisa masuk ke kancah internasional yang diadakan oleh Marvel ya? Bagaimana kelanjutannya Mas?

Sebelumnya perlu diluruskan terlebih dahulu. Memang benar saya mengikuti kontes desain karakter superhero dan saya mengikutkan karakter Gatotkaca dari Garudayana, namun sebetulnya lomba tersebut menjadikan Stanlee dan Todd McFarlane sebagai pihak juri, yang sering kali diasumsikan sebagai Marvel. Jadi kontes tersebut bukan diadakan langsung oleh Marvel. Untuk karakter Gatotkaca sendiri, saya merasa bangga bisa menjadi finalis dan masuk ke lima besar, walaupun kalah. Tapi saya juga senang, karena dengan inilah saya bisa memperkenalkan karakter Gatotkaca, sebagai langkah pijakan saya untuk dikenal di dunia internasional, dan tentunya memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri.

 

Desain Skybike di Wind Rider

– Mungkin bisa diceritakan sedikit mengenai beberapa pencapaian yang berhasil diperoleh oleh Mas Is hingga saat ini?

Untuk komik Wind Rider, pernah dinominasikan dalam ajang Comic Asia Award untuk Best Story dan Best Character. Pada tahun 2010 kemarin desain pesawat dari komik Wind Rider berhasil mendapatkan penghargaan Best Vehicle Award oleh Wacom Asia. Untuk komik Garudayana, mendapatkan penghargaan menjadi pilihan pembaca XY Kids sebagai kategori komik Indonesia terbaik.

 

– Menurut Mas Is sendiri, apa yang dirasa masih kurang dari para komikus dan komik-komik Indonesia saat ini?

Kalau untuk apa yang kurang dari komik-komik Indonesia saat ini, sebetulnya bukan dari masalah teknis karena bisa dipelajari, selain itu aksesnya juga sangat mudah. Alat-alat yang ada sekarang juga lebih modern, terutama dengan software-software saat ini. Kalau untuk hal yang bisa diperbaiki dari para komikus sekarang, saya rasa dari pengembangan karakter. Maksud saya  di sini adalah saat kita membuat komik, terutama dari karakternya, apakah kita bisa mengingatnya sampai lima atau bahkan sepuluh tahun lagi. Itu pertanyaan yang patut kita ajukan saat ingin membuat komik atau membuat desain karakternya seperti apa.

 

– Apakah Mas Is memiliki pesan yang ingin disampaikan dan harapan pada pembaca maupun para komikus muda di Indonesia?

Yang perlu diperjuangkan saat ini adalah distribusi komik Indonesia dan awareness. Awareness di sini bisa untuk masing-masing judul tapi juga bisa untuk brand komik Indonesia secara umum. Maksudnya kita tahu seberapa banyak orang yang suka komik di Indonesia, tapi seberapa banyak orang yang membaca dan menyukai komik Indonesia, itu yang perlu kita tahu dan kita perjuangkan, sehingga bisa sama jumlahnya dengan pecinta komik impor.

Untuk harapan, saya berharap komik Indonesia bisa lebih maju lagi terutama dengan banyaknya akses-akses digital media seperti media sosial, animasi dan lain sebagainya. Atau mungkin seperti di luar negeri, dimana komik bisa diangkat menjadi game, permainan kartu, atau dalam bentuk film.

TENTANG PENULIS
Ryuzen

Pecinta game (terutama RPG) yang dulunya merupakan fans dari Zigma - sekarang adalah Feature Editor Zigma Omega hingga saat ini. Sekarang Reyner telah menjadi apoteker lulusan salah satu fakultas negeri di Surabaya. Selain game, Reyner juga mengikuti update mengenai anime dan manga terbaru, dan juga sedikit melirik dunia gunpla.