Cyber-shot Baru Sony Makin Canggih…. Plus Tahan Cuaca Ekstrem!

Melalui Consumer Electronics Show 2012 Januari lalu, sekali lagi kita dihadapkan pada satu bakal calon trend baru di dunia elektronik, smart camera… Namun bukan berarti kamera digital “point-and-shoot” bakal mendapat saingat berat, karena produsen kamera saku sudah siap meningkatkan kualitas… Seperti dari Sony berikut ini, mereka kenalkan tiga seri barunya yang stylish!

Dari depan, WX50 dan WX70 sama persis… tidak bisa dibedakan langsung… Gambar di atas menunjukkan WX50. Ada satu warna lagi, yaitu silver, yang tidak ikut nampang di atas.

Melalui Consumer Electronics Show 2012 yang digelar 10-13 Januari lalu, sekali lagi kita dihadapkan pada satu bakal calon trend baru di dunia elektronik. Seperti yang kamu ulas dalam artikel sebelumnya, kamera digital yang mengintegrasikan fungsi Android, dan mulai eksis sejak awal 2011 lalu kembali diangkat. Sepertinya itu menjadi satu usaha produsen kamera digital untuk mengikuti arus, dimana belakangan smartphone baik iOS, Android, Windows hingga Symbian, menawarkan solusi praktis.

Banyaknya pilihan warna menjadi salah satu nilai jual kamera saku dibandingkan kamera profesional… Di atas merupakan pilihan warna untuk DX70.

Selain banyak fungsi ponsel pintar, kamu juga mendapatkan modul kamera yang bisa dikatakan cukup untuk kebutuhan sehari-hari, dan bahkan kualitasnya makin menyamai kamera “point-and-shoot,” yang notabene masih banyak digemari saat ini kamera kepraktisannya. Ditambah lagi ada juga produsen kamera digital seperti Sony melalui media briefing mereka akhir Januari 2012 lalu di New York, yang sepertinya juga membaca jika trend ke depannya justru kamera smartphone yang diandalkan untuk kebutuhan jepret-menjepret praktis, dibandingkan kamera saku.

Dilihat dari dekat, terlihat fungsi optical zoom WX50, dan itu menjadi salah satu yang bisa dibanggakan kamera “point-and-shoot” dari tipikal kamera smartphone.

Menurut Sony yang sebenarnya juga memproduksi smartphone mereka sendiri, keseluruhan industri kamera, terutama di segmen kamera “point-and-shoot” yang murah meriah, menurun sekitar 20%. Dan sepertinya bakal terus bertambah, mengingat saat ini pasar lebih tergiur dengan iming-iming megapixel besar dari sebuah smartphone, yang rupanya cukup untuk kebutuhan menjepret cepat. Namun semua itu baru prediksi, dan belum diketahui ke mana arah perkembangan smart kamera, yang kini coba dipopulerkan kembali oleh Kodak dan Polaroid. Karena itulah, minggu lalu beberapa produsen kamera digital masih berani mengisi pasar dengan mengkonfirmasikan tipe-tipe barunya.

Baru kelihatan di bagian belakang. Pada WX70 di atas, layar sentuhnya lebar… WX50 karena bukan touchscreen, kamu tetap membutuhkan tombol-tombol fungsi dan navigasi…

Mulai dengan Sony, mereka meluncurkan tiga kamera “point-and-shoot” (populer dengan sebutan kamera saku), Cyber-shot WX50, WX70 dan TX200V. Ketiganya datang dengan spesifikasi yang tinggi. Bisa jadi sekaligus menjelaskan strategi baru, menyasar kelas pasar yang berbeda, yang masih memandang kamera saku tidak bisa digantikan dengan smartphone – terutama mereka yang masih memandang kamera digital dengan pixel besar adalah yang terbaik.

Tidak mau kalah dari iPhone 4, Sony Cyber-shot DSC-TX200V ini dilapisi bahan kaca keras yang terlihat glossy. 

Dua pilihan pertama bisa ditebak melalui kode serinya, banyak memiliki kemiripan. Seperti lensa 16.2 megapixel, tipe 1/2.3 (7.77mm) dengan sensor Exmor R CMOS. Kemiripan lainnya termasuk fitur zomm optical sampai 5x dimulai pada 25mm, optic Carl Zeiss Vario-Tessar, prosesor Sony BIONZ, ISO 3200 (bahkan juga mampu mencapai ISO 12800 melalui dukungan software), mampu merekam hingga 1080i video dengan kualitas 60fps, dan menawarkan juga banyak filter dan efek gambar. Satu perbedaan diantara keduanya, WX50 datang dengan layar (bukan layar sentuh) yang lebih kecil, 2.7-inch, pada resolusi 230000 dots. Sedangkan WX70 memiliki layar sentuh capacitive yang lebih lebar, 3-inch, pada 921000 dots.

Memiliki AF yang cepat, 0.13 detik di saat siang / tempat terang, dan 0.25 dalam kondisi minim cahaya. Selain Air dan debu, juga anti dingin suhu dingin, lalu seperti pada tipe WX, juga ada fitur Dual Record (mengambil foto 13-megapixel sembari merekam video full HD 1080p). Untuk filter / efek, disediakan sembilan pilihan juga seperti pada tipe WX.

Penggunaan dots, bukanya pixel pada spesifikasi kamera jamak digunakan akhir-akhir ini. Karena konsumen yang sudah biasa membaca resolusi dalam satuan pixel, sedangkan satu pixel itu terdiri dari tiga dots untuk tiga warna, merah, biru dan hijau. Dan menuliskan resolusi dalam satuan dots, menghasilkan jumlah yang besar dibandingkan dalam pixel. Keduanya bakal mulai dijual 20 Maret 2012 nanti, dengan perkiraan harga US $199.99 untuk Cyber-shot DSC-WX50 dan $229.99 untuk WX-70.

Kemudian yang lebih menarik, DSC-TX200V yang menjadi penerus seri DSC yang identik dengan ukuran tipis dan elegan. Penampilan kamera saku satu ini menyiratkan kemewahan. Permukaannya dibalut lapisan kaca yang keras, dipadikan lensa Carl Zeiss dengan zoom optic hingga 5x. Kamera ini pun begitu tipis, meskipun juga berani diajak menyelam dan bertahan di kedalaman maksimal 16 feet atau 5 meter. Tidak hanya anti air, TX200V juga anti debu. Untuk navigasi kamera dengan sensor CMOS besar, hingga 18-megapixel ini, disediakan layar sentuh berbahan OLED dengan ukuran 3.30-inch (belum disebutkan berapa dots-nya), plus sistem fokus yang lebih baik dibandingkan dua adik kelasnya. Hasilnya, di kondisi minim cahaya, Sony mengklaim kamera ini hanya membutuhkan waktu 0.2 detik untuk menangkap fokusnya. Fitur lain, seperti kualitas perekaman video, filter dan effect yang disediakan, sama seperti WX, dan bakal dirilis 20 Maret juga, dengan harga US $499.99.

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.