Jeremy Lin : From Zero To Greatness

Linsanity, Linderella, Legend In Newyork. Kurang apalagi julukan untuk guard paling produktif belakangan ini? Yuk simak di sini.

1329645183000

Lintendo? Linsanity? Bagi kalian yang sering melihat twitter atau mengikuti liga basket amerika NBA tentunya tidak asing lagi dengan sebutan ini dalam beberapa hari lalu. Siapakah dia? Ia adalah Jeremy Lin, pemain dari Taiwan yang bermain New York Knicks. Setelah lulus dari Harvard University pada 2012 lalu, Lin direkrut masuk oleh tim NBA di kota asalnya, Golden State Warriors. Setelah tahun pertamanya yang kurang sukses, Lin dipergikan ke Houston Rockets dalam musim pre season hingga ia akhirnya pindah ke New York Knicks pada musim 2011-12 ini.

Lin yang bernomor punggung 17 baru memulai jejak kesuksesannya disini. Selama kira-kira 2 bulan NBA berlangsung, namanya sama sekali tidak dikenal. Tetapi ketika dimasukan oleh coach Mike D Antoni pada pertandingan lalu namanya mulai acap dikenal. Terutama waktu matchday melawan Los Angeles Lakers beberapa hari lalu. Kobe boleh saja memasukan 34 poin, tetapi Lin dapat membalapnya dengan menceteak total 38 poin dan membawa Knicks menang dari juara NBA 2 musim lalu tersebut dengan skor 92-85.

Jeremy Lin sebagai Guard dikenal dengan shootingnya yang presisi dan assist yang tepat. Three pointernya melewati Gasol, assist bolak balik kepada Tyson Chandler, dan spin memutari Fisher turut mewarnai aksinya pada malam tersebut. Nama Jeremy Lin pun langsung terbang jauh pada hari itu. Berbagai julukan diberikan kepadanya seperti : Super Lintendo, Linsanity, Lindrella, dsb. Tidak hanya itu, tetapi juga penjualan jersey Knicks menjadi paling banyak diminati orang minggu ini. Tentunya nomor 17 milik Lin paling dicari orang. Lin terbukti tidak hanya bersinar pada hari itu saja, pada pertandingan melawan Toronto Raptors 14 february lalu Lin menembakan winning three untuk memenangkan timnya 90-87 pada detik akhir.

Sampai sekarang pemain yang berulang tahun pada 23 Agustus 1988 ini dapat membekukan puluhan tembakan di tiap pertandingan, Lin memiliki 13,5 PPG (Point per game). Ini bukan pertama kalinya orang Asia dapat merajai NBA, beberapa pemain profesional dari Asia seperti Yao Ming (Houston Rockets, retired) dan Yi Jianlian (Dallas Mavericks) pun juga cukup sukses dalam karirnya. Kami harap Lin dapat bermain lebih gemilang lagi tahun ini dan meramaikan NBA lebih jauh lagi.

Share this article

# nba
TENTANG PENULIS
Archangel

Codenamed Archangel, next gen Game yang masih berkedudukan SMA di Surabaya Timur Bertumbuh besar dengan bantuan dari game seperti Halo dan Twisted Metal. Menyukai banyak genre video game dari shooter, sports, action, WRPG, racing. Sangat up to date dengan dunia next gen gaming dan suka menulis apapun tentang video game ataupun movie Aktif dalam komunitas grup gaming facebook dan mendapat posisi baik dalam grup besar seperti Xbox 360 Fanboys Indonesia, Playstation Square, World of Nintendo, Gamer Inside, Band of Indonesian Gamers, dan Zigma Omega. Dikenal memiliki penyakit overhobbies, tidak hanya gaming tetapi juga expert dalam bidang movies, musics, mangas, animes, figures, sports.