YinLips YDPG18, Layak Disebut Sebagai Tiruan Terbaik PS Vita

Masih ingat dengan artikel Chinese (Fake / Copycat) Console Invasion? Dan inilah satu lagi produk “imitasi” dari mesin game yang belum dirilis. YinLips YDPG18 terang-terangan meniru desain PS Vita… Worth-to-buy kah jika dirilis di Indonesia?

1329974101000


Masih ingat dengan artikel Chinese (Fake / Copycat) Console Invasion? Atau pernah juga mengulas mengenai satu tablet Android JXD S7100 yang begitu mirip desainnya dengan kontroler Wii U, yang notabene bakal konsol terbaru Nintendo dan belum dirilis. Dan ini satu lagi produk “imitasi” dari mesin game yang belum dirilis. Well, memang Vita sudah dirilis sekarang, namun YinLips YDPG18 ini sudah dijual bebas sebelum Sony meluncurkan Vita di Jepang. Entah siapa produsennya, namun YinLips YDPG18 ini jelas meniru desain Vita, meskipun “jeroannya” berbeda. Di dalamnya kamu dapati sistem operasi Android, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Vita selain wujud fisiknya.

Sekilas memang mirip, namun jika diperhatikan seksama, kamu tidak menemukan analog di sebelah kanan. Di sana justru berganti dengan tombol Select dan Start. Kemudian ada tombol Escape, dimana seharusnya ada logo PlayStation di sana, yang menjadi jalan pintas menuju PlayStation Network (PSN), yang sudah dikonfirmasikan oleh Sony, bahwa mulai 8 Februari 2012 besok bakal berganti menjadi Sony Entertainment Network (SEN), plus juga merilis firmware baru untuk Vita dengan beberapa update software, seperti dibahas di artikel berikut. Dan perbedaan paling kentara, di belakang tidak ada touchpad, melainkan logo YinLips yang cukup besar.

Dijual di pasaran dengan harga murah, sekitar US $88 saja, dengan catatan kamu memesan 10,000 unit… hehe! Entah berapa harga pasaran satuannya. Namun saya menemukan beberapa online store menawarkannya dengan harga sekitar US $120. YDPG18 datang dengan Android 2.3, 512MB RAM, dan 4GB internal storage. Kamu juga langsung mendapat akses ke Android Market, walaupun kami sendiri tidak yakin apakah semua aplikasi Google di sana bersertifikat atau tidak (baca: hasil modifikasian ROM handheld lain). Layarnya berjenis capacitive dengan ukuran 5 inchi, mendukung multi-touch, serta ada beberapa sensor standar Dorid seperti gravity dan accelerometer. Oh ya, seperti JXD S7100, tidak ada modul 3G di sini, sekadar WiFi, namun ada port USB, dan dengan sedikit modding, seharusnya bisa dipadukan dengan modem USB eksternal seperti tipikal tablet-tablet lokal.

Detail spesifikasi YDPG18 sebagai berikut (sedikit kami berikan perbandingan dengan Vita) :

  • Layar 5.0 inchi, tidak jelas berbahan apa, anggaplah LCD capacitive biasa. Vita sendiri berbahan OLED, dan kemampuan menghasilkan warnanya jelas jauh di atas LCD. Score: 1 – 0 untuk Vita!
  • Kamera 5.0 megapixel dengan kemampuan merekam video. Kamera depannya tidak disebutkan resolusinya, namun anggaplah sama dengan JXDS7100, yaitu 0.3 megapixel. Di sini Vita harus mengakui keunggulan tiruannya ini, walaupun kualitas 5 megapixel tersebut juga diragukan. Score: 1 – 1
  • Mampu menjalankan banyak format audio, multi-tasking mendengarkan musik sambil bermain game hingga membaca ebook, dengan dukungan output suara multi-channel dari speaker ganda. Untuk Vita, masih belum diketahui apakah memory card-nya bisa menyimpan dan memutar file multimedia seperti PSP. Namuns secara logika, bisa jika sudah ada yang mampu memodifikasi software-nya. So, sementara ini si YDPG18 unggul.  Score: 1 – 2
  • Vita tiruan ini juga mendukung output video 1080P(1920 x 1080 pixel) melalui layar eksternal, dengan format seperti RM/RMVB, serta ada dukungan PPTV (online TV dan movie), mampu menjalankan Flash, serta untuk video juga mendukung subtitle degang format SMI, SRT, SUB, SSA, ASS, hingga SUB+IDX. Vita sendiri masih belum apakah bisa dijadikan multimedia player. Score: 1 – 3 untuk YDPG18
  • Dengan adanya Android 2.3, kamu mendapatkan opsi banyak aplikasi. Sedangkan Vita, sementara ini dibekali aplikasi Facebook, Skype, Netflix, Twitter, dan foursquare, serta salah satu update barunya memberi opsi merekam video, dan navigasi peta yang diperkuat oleh Google Maps. Vita pun kembali harus mengakui keunggulan YDPG18. Score: 1 – 4
  • Kembaran Vita ini memiliki Wi-Fi, dan kamu bisa menggunakannya selain sebagai hotspot, juga untuk browsing, cek email, video call, dan tentu saja bermain game secara multiplayer. Vita sendiri Wi-Fi-nya baru maksimak untuk game, Skype dan browsing saja. Kembali harus mengakui keunggulan YDPG18. Score: 1 – 5
  • Fungsi gamenya, selain game-game Android, kamu bisa memainkan banyak emulator dari konsol 8bit NES/Famicom, GameBoy, GB Color. Lalu konsol 16bit seperti Sega Mega Drive dan Super Famicom/SNES. Mesin 32bit seperti GameBoy Advance dan Arcade. Hingga mesin 64bit seperti Nintendo 64, serta PSone pun bisa dimainkan. Tentu saja, game Android juga masuk kategori HD karena resolusi layar Vita tiruan ini 800 x 480 pixel. Oh ya, karena mendukung Flash, kamu pun bisa memainkan game-game Flash juga lho! Untuk Vita, selain game orisinal untuk Vita, emulator pun diklaim bisa dijalankan di sana. Dan dengan hardware-nya, saya yakin bisa menjalankan semua emulatos mesin klasik. Hanya saja saat ini kemungkinan itu belum ada. Kembali, score untuk YDPG18. Score: 1 – 6
  • Untuk kontrolnya, YDPG18 ini menyediakan beberapa opsi kendali tombol fisik. Sayangnya, tombol-tombol tersebut hanya berfungsi untuk game emulator saja, bukan tipikal game Droid. Namun tetap menjadi point lebih, karena kamu bisa memainkan game-game klasik dengan lebih nyaman. Dibandingkan dengan Vita, tetap opsi pengendalian yang ditawarkan Vita adalah yang paling lengkap untuk ukuran handheld game. So, saya mendukung Vita untuk point kontrol ini. Score: 2 – 6
  • Fungsi standar lainnya, seperti pembaca eboo, dokumen, radio FM, organizer, photo viewer dan editor, hingga banyaknya aplikasi sosial media lainnya, menjadikan YDPG18 mutlak sebagai pemenang, karena sementara ini Vita masih sekadar handheld game saja. Saya sendiri berharap banyak Sony mau mewujudkan impian, dengan memberi dukungan aplikasi Android untuk Vita, seperti pada berita kami sebelumnya.  Seandainya bisa, saya yakin Vita akan menjadi handheld paling worth, selain fungsi utamanya sebagai mesin game portable.

Share this article

#
TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.