Samsung Galaxy Grand Juga Muncul Dengan Chipset Quad-core

Samsung juga menyiapkan smartphone Android baru lainnya, yaitu Galaxy Grand, yang saat ini sudah masuk badan uji Ditjen Postel Indonesia. Belum juga smartphone dual SIM itu dirilis, Samsung mengkonfirmasikan versi upgrade-nya dengan chipset quad-core.

Samsung memang baru saja merilis Galaxy S III mini, namun mereka juga sudah menyiapkan smartphone Android baru lainnya, yaitu Galaxy Grand, yang saat ini sudah masuk badan uji Ditjen Postel Indonesia. Belum juga smartphone dual-core, dual SIM, dengan layar 5-inchi itu dirilis, Samsung mengkonfirmasikan versi upgrade-nya yang menggunakan chipset setara Galaxy S III.

Sayangnya, Galaxy Grand dengan chipset quad-core tersebut hanya dirilis di Korea Selatan saja, berbeda dengan versi internasionalnya yang juga eksis di Indonesia, hanya menggunakan CPU dual-core 1.2Ghz dari keluarga Cortex A9 yang dipaket dalam chipset Broadcomm BCM28155. Chipset tersebut dipadukan dengan GPU VideoCore IV. Sebelumnya dirumorkan menggunakan Exynos 4210 seperti pada Galaxy S II, atau bahkan Snapdragon S4, namun ternyata Samsung memutuskan nama Broadcomm, yang juga mereka terapkan untuk Galaxy S II plus.

Selain prosesor quad-core yang diduga sama seperti Exynos 4412 dalam Galaxy S III, Galaxy Grand Korea ini juga mendukung koneksi data VoLTE, serta TV tunner T-DMB yang menjadi standar smartphone Korea. Sisa spesifikasinya sama, seperti Android 4.1 Jelly Bean, layar 5-inchi dengan resolusi WVGA (800×480-pixel), kamera 8-megapixel di depan, dan 2-megapixel di belakang, chip NFC yang mendukung aplikasi S Beam, Bluetooth 4.0, USB 3.0, 8GB internal storage plus slot microSD hingga 64GB dan baterai 2100-mAh. Oh ya, antar muka TouchWiz UI juga memiliki fungsi Multi-Window ala Galaxy Note II.

Sumber: SammyHub 

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.