GDC 2013: Bungie Presentasikan Latar Belakang Pembuatan Destiny

Bungie membeberkan detail baru untuk Destiny. Kali ini mereka mempresentasikan bagaimana latar belakang pengembangannya, termasuk darimana inspirasi dari Destiny berasal.

1364804188000

Kabar Bungie yang sedang mengembangkan IP baru berjudul Destiny sebenarnya sudah mencuat beberapa bulan lalu saat concept art-nya bocor via salah satu flashdisk staff-nya. Kali ini, dalam perhelatan GDC 2013, Bungie kembali memberikan beberapa detail baru dari Destiny, sekaligus bercerita seperti apa latar belakang yang mendasari mereka untuk menentukan tema dalam Destiny ini.

Diwakili dua staff-nya Joseph Staten dan Chris Barrett, Bungie mengungkapkan bahwa judul ini sebenarnya akan mengambil tema fantasi yang berlatar belakang mitologi dipenuhi dengan pedang, artifak, monster dan kastil. “Namun kami ternyata tidak bisa lepas dari jeratan konsep fiksi ilmiah,” tegas Barret. “Reruntuhan kuno memang keren, sama halnya dengan pesawat luar angkasa yang ditinggalkan. Jadi, kami bertanya kepada diri kami sendiri, mengapa tidak kalau kami memiliki keduanya? Kami memulai eksplorasi terhadap genre ini yang kami sebut dengan Mythic Science Fiction,” bebernya lebih lanjut seperti dikutip dari Edge Online.

Pun dengan konsep The Traveller, pesawat luar angkasa yang ada pada gambar diatas, adalah hasil dari pemikiran berulang-ulang selama berbulan-bulan, dan melibatkan perang ide dari staff Bungie. Beberapa film seperti Stalker, Solaris dan Time Bandits, serta artist seperti John Harris, Zdzislaw Beksinski dan Peter Gric juga banyak disebut sebagai pihak-pihak yang sudah banyak mempengaruhi konsep Destiny.

“Tantangan terbesar adalah untuk menggabungkan semua pengaruh ini,” ungkap Barret. “Penggabungan ini lebih dari semua hal yang sudah pernah kami kerjakan, membutuhkan banyak konsep lebih banyak dibandingkan gabungan dari semua game Halo,” paparnya lebih lanjut. Dalam GDC 2013 ini, Bungie juga merilis sebuah video pendek yang menunjukkan bagaimana mengembangkan karakter yang ada di dalam game ini.

Sebagai kesimpulan, Barret dan Staten mengungkapkan empat pilar penting yang ada di dalam Destiny, yaitu:

1. Hopeful and Inviting

Destiny adalah gabungan dari fantasi dan fiksi ilmiah. Terdapat kastil, hero, dan elemen fantasi-fantasi lainnya. Namun, mereka tidak meninggalkan elemen fiksi ilmiah dengan menghadirkan pesawat luar angkasa dan alien.

2. Idealized Reality

Destiny adalah proyek yang benar-benar baru dari Bungie, dan gaya visualnya terinspirasi dari banyak artist seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Gaya armor dan kendaraan juga terinspirasi dari anime. Selain itu, Bungie juga menyebutkan teknologi engine Post FX, yang mereka gunakan untuk menggabungkan semua elemen tersebut.

[nggallery id=475]

3. Filled by Mistery and Adventure

Banyak art menarik ditunjukkan selama presentasi. Bungie berharap, akan banyak tempat yang familiar sekaligus aneh bagi para gamer. Apa yang dilakukan Bungie disini adalah menggabungkan banyak tema visual dan mengubahnya menjadi lingkungan dalam game dengan menggunakan engine game.

4. Where You Can Be Legend

Dari satu hero (dalam Halo) menuju jutaan hero (dalam Destiny), Bungie percaya bahwa pilihan keputusan adalah kunci untuk membuat semua pemain menjadi legenda di dalam dunia tersebut dan pilihan itu dimulai dari pembuatan karakter. Dari presentasi Bungie selama GDC 2013, terdapat tiga ras utama dalam game ini yaitu Human, Awoken (ras yang eksotis namun misterius) dan Exo (ras yang powerful, bayangkan modelnya mirip dengan Master Chief).

Belum ada jadwal rilis resmi dari Destiny. Dikabarkan, Destiny nantinya direncanakan menjadi sebuah franchise yang besar, mengingat Activision kabarnya sudah mendaftarkan game-game Destiny untuk dirilis pada kuartal ketiga 2013, 2015, 2017 dan 2019. Untuk tahun-tahun genap (2014, 2016, 2018, 2020), Bungie menyiapkan DLC dan ekspansi yang mereka beri kode dengan Comet. Seperti yang terlihat dari salah satu screenshot, game pertama Destiny akan dirilis pada PS3 dan X360. Namun ke depannya, Destiny juga akan dirilis untuk konsol generasi selanjutnya, X720 dan PS4.

[Sumber: Edge/2P]

Share this article

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.