Facebook Home Resmi Dirilis, Menguji Launcher Android yang Memanjakan Para Facebooker

Hari ini Facebook merilis launcher Home mereka, dan sementara hanya untuk smartphone tertentu di wilayah Amerika Serikat. Namun bagi kita yang mau menjadi early adopter-nya, bisa mencoba install Home secara offline. Tersedia installer, plus panduan install-nya di dalam!

1365823956000

Minggu lalu Facebook mengumumkan Facebook Home dan HTC First, usaha baru mereka untuk makin dikenal di platform mobile (khusus Android) dengan tidak hanya mengajukan smartphone khusus Facebook tersendiri, melainkan juga aplikasi launcher khusus yang begitu terfokus pada Facebook. Sesuai rencana, launcher Home itu dirilis hari ini, namun sementara baru untuk wilayah Amerika Serikat saja, dan itu pun untuk smartphone tertentu yang memang support aplikasi ini. Bagaimana dengan pengguna Android lainnya? Ada solusinya di bawah!

Meskipun sudah termasuk smartphone yang mendukung Home, jika berada di luar US kamu tetap akan menemui kendala seperti di atas.

Seperti yang penulis laporkan sebelumnya, Facebook Home hari ini diluncurkan di Play Store sebatas untuk beberapa tipe smartphone Android tertentu, seperti Samsung Galaxy S IV, Galaxy S III dan Galaxy Note II, kemudian dari HTC ada HTC One, One X dan One X+. Meskipun kamu memiliki salah satu smartphone yang didukung, jika tidak berada di wilayah Amerika Serikat, tetap saja tidak akan bisa meng-installnya. Tidak perlu kecewa. Jika sudah kebelet ingin mencoba launcher “minimalisnya” Facebook ini, kamu bisa mendownload ketiga .apk berikut, yang diberikan oleh PaulOBrien dari Modaco.com.

  • Aplikasi utama Facebook (com.facebook.katana)
  • Aplikasi Messenger (com.facebook.orca)
  • Aplikasi Home (com.facebook.home)

Ada banyak file com.facebook.home bertebaran. Namun jika kamu meng-installnya tanpa signature-nya di edit agar Android-mu bisa dikenali berada di US atau menjadi salah satu yang didukung Home, maka pesan di atas yang bakal muncul.

Ketiga aplikasi tersebut kamu butuhkan berjalan bersamaan untuk bisa menjalankan launcher Home. Dan karena ketiga aplikasi ini sudah di-patch dan di-sign agar bisa bekerja dengan Android di luar US, maka kamu perlu meng-uninstall aplikasi Facebok dan Messenger yang mungkin ada dalam smartphone-mu sebelum meng-install ketiga apk di atas. Setelah ketiganya kamu install, langsung buka aplikasi Facebook, Sign In akun Facebook-mu, dan cek di menu Settings, di sana kamu dapati opsi untuk Enable Facebook Home.

Bagaimana dengan Android yang memang di sistemnya sudah tertanam aplikasi Facebook (com.facebook.katana)? Nah, ini yang jadi masalah, karena jika itu masuk aplikasi sistem, tidak bisa di-uninstall begitu saja. Kamu hanya bisa meng-uninstall update-nya saja. Dan jika Facebook dalam sistem itu masih ada, seharusnya kamu tidak bisa menggunakan aplikasi Facebook (com.facebook.katana) yang sudah ter-patch. Akan muncul pesan “conflicting signature” ketika kamu berniat meng-update aplikasi Facebook dalam sistem. Dan jika kamu memaksa membuka aplikasi Home (com.facebook.home) yang sudah ter-patch dari link kami di atas, namun dengan aplikasi Facebook yang belum ter-patch (misalnya meng-updatenya dari Play Store), maka akan muncul pesan jika kamu perlu meng-install aplikasi Home dengan certificate yang sama.

Hari ini Facebook meng-update aplikasi Facebook dan Messenger mereka. Walaupun kamu tidak meng-install Home, kini muncul pesan Messenger, notifikasinya berbentuk bulatan yang melayang, notifikasi khusus yang menjadi salah satu fitur utama Home.

Jika demikian, kamu perlu membuang paksa aplikasi Facebook yang tertanam di sistem Androidmu, melalui akses ROOT dengan aplikasi semacam Titanium Backup, atau Root App Delete. Setelah kamu un-install / hapus aplikasi Facebook dari sistem, restart Android-mu dulu, lantas lanjutkan meng-install ketiga aplikasi Facebook yang sudah ter-patch di atas. Aman tidak menghapus aplikasi Facebook yang tertanam di sistem? Jawabannya, aman!! Lanjutkan dengan Sign In Facebook, dan mengaktifkan Facebook Home.

Penulis menggunakan dua launcher lainnya, LeWa dan IdeaDesktop, jadi diminta untuk men-set agar Facebook Home sebagai default launcher. Kedua gambar lain menunjukkan setiap News Feed di Wall Facebook yang tampil satu layar penuh.

Penulis yang memang bukan Facebook-er sejati, mendapatkan antar muka yang langsung mem-push semua isi News Feed di Home Screen seperti ini sebenarnya agak terganggu. Yang pasti semua shortcut dan widget ala Android-mu bakal ditutupi dengan skin Facebook ini. Facebook Home menampilkan sebuah berita News Feed dalam satu layar penuh. Jadi teks yang menjadi update status terakhir temanmu muncul dengan background yang dihiasi gambar Cover Photo mereka, yang diperbesar memenuhi layar Android-mu. Atau, jika update status tadi termasuk sebuah foto yang di-upload, ya foto itu tadi yang muncul pada layarmu. Kemudian kamu bisa sapukan jari ke kiri-kanan untuk memilih News Feed lainnya.

Sentuh saja di sembarang bagian layar yang menunjukkan update status temanmu untuk memunculkan bulatan profile picture. Atau, jika kamu penasaran dengan foto cover temanmu, tahan saja layarmu untuk melihat fotonya dengan lebih detail.

News Feed langsung di home screen Android, tujuannya jelas, mempermudahmu langsung mendapatkan kabar dari akun Facebook, memberikan Like atau Comment. Bagaimana dengan akses aplikasi kita lainnya, jika keseluruhan layar ditutupi oleh berita News Feed? Kamu tinggal sentuh saja di sembarang bagian layar untuk memunculkan bulatan profile picture-mu. Sentuh dan geser ke kiri untuk akses cepat menuju aplikasi chat Messenger, geser ke kanan untuk mengakses aplikasi terakhir yang kamu jalankan, dan geser ke atas untuk masuk ke window update status, upload foto atau Check In di Facebook. Dari window update tersebut, geser ke kiri untuk masuk ke daftar aplikasimu / App Drawer. Dan jika aplikasimu cukup banyak, ada tombol More di bagian bawah window, yang jika ditekan bakal mengembalikanmu ke….. Launcher default Android-mu! Susah juga ya, jika kamu mau mengakses aplikasi yang mungkin berawalan huruf Z yang posisinya ada di bagian terbawah App Drawer. Setidaknya perlu 5 langkah untuk melakukan itu.

Jika ada update, langsung muncul di tengah Home dalam bentuk pop up window. Gambar tengah itu menunjukkan ketika kita ingin update status. Sapujan jari ke kiri untuk mengakses App Drawer, seperti terlihat pada screenshot di sebelah kanan.

Selama berada di Home-nya Facebook tersebut, semua aktivitas di News Feed tercatat terus, tentu saja selama koneksi datamu aktif. Termasuk ketika ada update status baru, muncul dalam bentuk pop up di tengah-tengah layarmu. Kamu bisa sentuh dua kali untuk membukanya, atau geser saja untuk membuangnya. Overall memang semua yang terjadi di akun Facebook, langsung kita dapatkan, sehingga mereka yang mengaku Facebook-er sejati dan tidak ingin ketinggalan update terbaru, bisa langsung mengaksesnya di Home.

Notifikasi standarnya masih muncul. Screenshot tengah dan kanan menunjukkan dua launcher default penulis, ketika di App Drawer kita menekan tombol More untuk mengakses keseluruhan aplikasi. Jadi buat apa ya Facebook membuat launcher yang ternyata masih memerlukan launcher lain untuk mengakses keseluruhan aplikasi kita? 

Sebelumnya Facebook juga menyebutkan jika Home ini bakal menutup semua notifikasi standar Android-mu. Penulis yang menggunakan Home selama beberapa jam, mendapati ternyata notifikasi selain dari Facebook masih muncul dan bisa diakses dengan mudah. Entah apakah ini karena aplikasi ini masih baru, dan belum disebarkan ke seluruh wilayah Dunia, namun setidaknya mereka yang memang ingin meng-install seterusnya Home, tidak akan kehilangan kabar selain dari Facebook.

Overall Facebook Home ini memang menarik. Sebuah “skin” baru untuk launcher default Android kita, dan bakal maksimal dimanfaatkan oleh pengguna Facebook sejati. Plus, Home ini juga berpotensi membuat operator selular makin tersenyum, karena memang diantara semua launcher Android yang pernah penulis coba, Facebook Home mutlak memerlukan akses internet lebih untuk menarik semua data News Feeds melalui aplikasi Facebook. Yang sudah jelas terlihat adalah data gambar cover teman-temanmu, atau upload foto mereka langsung ditarik untuk menghiasi Home. Namun jika kamu termasuk yang memiliki kuota internet terbatas, bisa manfaatkan salah satu opsi Setting aplikasi ini, yang memberi pilihan berapa besar penggunaan data akan dimanfaatkan oleh Facebook Home.

Yang jelas Facebok Home ini (disarankan) bukan untuk mereka yang RAM Android-nya hanya 512 MB.

Jika akses datanya bisa diperkecil, sayangnya kebutuhan RAM aplikasi ini cukup besar. Dari aktivitas menggunakan Facebook Home selama beberapa jam saja, total sudah menyita RAM hingga 100 MB, yang terakumulasi dari aplikasi Facebook itu sendiri hingga 70 MB, Messenger menjatah 30 MB, sedangkan untuk Home-nya hanya membutuhkan 3.5 MB saja. Siap-siap saja kamu pengguna Android dengan RAM 512 MB akan merasa smartphone langsung ngos-ngosan ketika menggunakan launcher ini dalam waktu agak lama.

Sumber: Google Play Store, Modaco

Share this article

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.