[Kuliah Om Jas] Jenis-jenis Musik dalam Game

Musik di dalam game itu akan memperkaya game baik dari sisi emosional maupun membuat game itu sendiri lebih mudah diingat atau memorable. Kali ini om Jas mau bahas tentang jenis-jenis musik di dalam game. Apa aja sih jenis-jenisnya?

Musik memang tidak bisa lepas dari hidup kita. Begitu pula dengan game. Pernah dengar musik-musik yang mengiringi game? Bagus-bagus khan? Dan setiap musik memiliki ciri khas masing-masing, jadi kalau kita dengar musiknya, kita bisa teringat sedang memainkan game apa. Musik di dalam game itu akan memperkaya game baik dari sisi emosional maupun membuat game itu sendiri lebih mudah diingat atau memorable. Kali ini om Jas mau bahas tentang jenis-jenis musik di dalam game. Apa aja sih jenis-jenisnya?

Sebelum kita membahas jenis-jenis musik dalam game, Om Jas sendiri punya hobi membuat musik-musik game yang bisa teman-teman cek di Souncloudnya Om Jas. Salah satu lagu ciptaan Om Jas juga diberi kehormatan menjadi pengiring dari web site resmi Vandaria, cek deh websitenya dengan musik dalam keadaan on kalau mau mendengarkan, coba deh didengarkan saat ada waktu.

Oke, kita mulai aja deh. Om Jas akan memberikan beberapa wawasan untuk membuat musik dalam game yang biasanya Om Jas lakukan saat ingin membuat musik dalam game, yaitu mengidentifikasi di mana kita membutuhkan musik di dalam game tersebut. Setidaknya ada 4 jenis, apa sajakah itu? 4 jenis musik game tersebut mencakup in-game music (background tracks), intros/outros/cutscenes, menu/interface dan jingle. Yuk kita bahas satu-persatu.

1. In-game Music (Background Tracks)

In-game music yaitu musik game yang bisa kita dengarkan dalam level atau area dalam game, ada beberapa tips yg bisa Om Jas bagikan buat teman-teman.

Tips 1: Perkirakan berapa lama pemain akan menghabiskan waktu dalam sebuah level/area. Hal ini menentukan panjang musik game yang akan kita buat. Umumnya Om Jas sarankan musik game itu sepanjang 2-3 menit yang dapat berulang (loopable), namun bisa juga satu menitan atau bahkan kurang untuk game casual yang perlu size kecil. Contoh musik game yang pernah Om Jas buat untuk game shmup berbasis mobile pada salah 1 stage adalah The 66th Planet, musik Battle pada RPG juga mengikuti kaidah ini, contoh yang pernah Om Jas buat yaitu untuk game yang sedang dikerjakan, Vandaria Grace, yang Om Jas beri judul Way of Warriors.

Tips 2: Bisa saja kita menyediakan musik game yang berbeda tiap level, tetapi ingat, itu tergantung kebutuhan, ukuran dan sistem dari game itu sendiri. kalaupun mau buat musik game yang sama, buat beberapa remix dan variasi agar tidak terdengar membosankan. Atau bisa juga tiap 2-3 level, musik game yang sama muncul kembali (pada game ber-stage atau ganti level), atau ada beberapa dungeon yang punya musik sama (misal pada game semacam RPG)

Tips 3: Jangan buat gamer lelah atau terpecah konsentrasinya dengan musik game yang membutuhkan terlalu banyak perhatian, ingat musik in-game berperan sebagai pengiring game, misalnya musik yg terlalu rumit melodinya, bisa sangat mengganggu bila pemain harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam 1 level.

2. Intros/Outros/Cutscenes

Intros/Outros/Cutscenes adalah musik game yang memiliki panjang tetap dan disesuaikan dengan scene-scene tertentu pada game. Membuat musik game semacam ini gampang-gampang susah, karena kita harus berulang-ulang menyesuaikan scene dengan musik yang sedang kita bangun, kabar baiknya, scene-nya harus jadi dulu sebelum kita buat musiknya.

Ada kalanya, musik game semacam ini harus dinamis dan waktunya tidak tetap. Tak perlu khawatir, gunakan musik bertipe ambience yang bisa di-loop. Contoh lagu yang om Jas pernah buat dan bisa digunakan untuk Intros/Outros/Scene adalah: Battle of Valkyries, perhatikan alunannya, ada naik turunnya dan kita bisa bayangkan scene yang terjadi dengan iringan musik semacam ini.

3. Menu dan Interface

Saatnya bicara tentang game music untuk menu dan interface, yang merupakan musik pengiring saat gamer mengutak-atik menu, jadi bisa cukup lama didengar. Usahakan untuk tidak membuat pemain lelah mendengarkan musik game menu atau interface ini, namun pada bagian inilah theme music dari game bisa disisipkan. Sisipan musik tema ini akan memperkaya musik bagian menu atau interface dan itu akan mendorong pemain menyenandungkan nada-nada tersebut. Jangan takut untuk membuat musik yang sama sekali berbeda dengan tipe musik pada in-game maupun scene. Dan pada musik menu ini juga bisa jadi kunci dari game tersebut untuk di ingat misalnya pada game Harvest Moon.

Contoh yang cukup baik untuk musik game tipe ini adalah musik pada game ini, coba deh diputar musiknya, lalu cek komentar-komentarnya deh.

4. Jingle

Jingle adalah musik pendek yang to the point menyatakan hal-hal khusus yang terjadi pada game. Jingle digunakan untuk menotifikasi pemain tentang apa yang terjadi pada karakternya dalam game, bisa kemenangan, kekalahan, naik level, dan lain sebagainya. Contoh jingle yang sangat terkenal adalah

http://youtu.be/ZtHsWV2t2kY

Hehehe… masih ingat?

Tingkat kesulitan pembuatan jingle ini cukup tinggi karena memang harus memorable dan tepat, bahkan harus bisa membaur dengan in-game music atau menu/interface. Contoh jingle lain yang cukup memorable adalah:

Walaupun disajikan dalam berbagai versi, tetap jingle utamanya kerasa banggettsss…

Dari Om Jas segini dulu, kapan-kapan disambung lagi, kalau ada pertanyaan dan kebingungan, silahkan tanyakan lewat komentar ya. Semoga apa yang Om Jas bagikan kali ini dapat menambah ilmu dan wawasan kita semua. Nantikan Kuliah Om Jas yang lain.

Share this article

TENTANG PENULIS
Omjas

Saya adalah seorang penggemar game sekaligus pembuat game. Sehari-hari bekerja sebagai dosen konsentrasi Pengembangan Game, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Kristen Satya Wacana. Saat ini mendirikan sebuah studio game indie yang bernama Enthrean. Karena saya penggemar JRPG, impian saya adalah membuat studio game yang bisa menyaingi ketenaran Square Enix.