Liputan Soft Launching Gempon.net Bersama Telkomsel

Ingin memainkan game lokal tapi bingung mencari dimana? Kini telah hadir sebuah portal yang mewadahi para developer lokal untuk menunjukkan karya-karya mereka, simak liputannya!

1366604530000

Kamis, 18 April 2013 kemarin, ada event menarik yang berlangsung di Warung Luna Maya, Jakarta, yaitu soft launching dari Gempon.net yang bekerja sama dengan Telkomsel dan bertemakan “Developing an Easy, Feasible & Profitable Games.” Acara ini juga merupakan sebuah acara pendahuluan sebelum ajang Game Developer Gathering yang akan diadakan bulan depan di Jakarta. Gempon.net adalah sebuah portal atau wadah bagi para developer game lokal untuk memasarkan game-game buatan mereka secara lebih mudah. Melalui Gempon.net, developer lokal dapat memastikan bahwa game yang mereka buat dapat masuk ke pasar, tentunya dengan bantuan dari Telkomsel melalui jaringan marketingnya yang luas.

Acara ini dihadiri oleh beberapa developer game yang cukup terkemuka di Indonesia, diantaranya ada Toge Productions, Agate Studio, Chocoarts dan lain-lain. Acara dibuka oleh Wimindra Lee, Creative Director dari Agate Studio mengenai penjelasan apa itu Gempon.net. Selanjutnya, ada presentasi dari perwakilan Agate Jogja, Frida Dwi atau yang lebih dikenal dengan UBe di kalangan komunitas Game Developer Indonesia, mengenai game yang sudah diujicobakan di Gempon.net yang berjudul MayaPadha, sebuah game yang bertemakan kerajaan, dimana setiap player berkumpul dan bekerjasama untuk menghancurkan kerajaan player lain.

Selanjutnya ada penjelasan singkat mengenai event Game Developer Gathering oleh Kris Antoni, CEO dari Toge Productions yang sekaligus akan menjadi salah satu speaker di event GDG tersebut. Event ini akan diadakan di JWC Campus, Binus University pada tanggal 25 Mei 2013 dengan acara yang dibagi menjadi 3 tema yaitu, Business & Marketing, Art, Design & Game Developer Sharing dan Technical Workshop. Pembicara yang hadir juga cukup banyak dan tidak hanya berasal dari dalam negeri namun juga dari luar negeri, diantaranya adalah Digital Happiness (developer dari game DreadOut), Toge Productions dan juga dari Unity.

Berikutnya, presentasi dilanjutkan oleh pihak Telkomsel yang diwakili olehJajang Munajat selaku Head of Mobile Games and Entertainment Division. Pada sesi ini, Bapak Jajang menjelaskan mengenai alasan Telkomsel berkomitmen untuk membantu mengembangkan industri game lokal melalui Gempon.net, salah satunya adalah karena menurunnya revenue yang berasal dari voice dan texting yang terjadi di seluruh dunia. Melalui Gempon.net ini, Telkomsel memberikan win-win solution, baik bagi pihak operator maupun dari pihak developer. Telkomsel menjanjikan memberikan dukungan penuh kepada Gempon.net dengan menyediakan jaringan marketing yang besar di seluruh Indonesia.

Acara diakhiri dengan presentasi singkat dari Arief Widhiyasa, CEO dari Agate Studio yang membahas sejarah singkat video game di Indonesia serta iklim industri video game yang ada di negara ini. Arief juga menjelaskan permasalahan dari setiap pihak yang berkecimpung di industri video game lokal, baik dari pihak developer, publisher, akademis, pemerintah serta pasar. Walaupun industri game di Indonesia masih bersifat sporadis, pendapatan per-tahun dari developer game lokal bisa menyentuh angka 900 Miliar rupiah.

Dari acara ini, kita bisa melihat ternyata gaming industry di Indonesia sangat berpotensial untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar. Selain itu, kualitas game buatan developer lokal pun cukup membanggakan. Banyak game – game yang dihasilkan oleh developer lokal meraih penghargaan di skala internasional. Jadi ayo, kita bantu kembangkan industri game lokal!

Share this article

TENTANG PENULIS
Aditya Pratama

Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.