Kartini Next Generation Award 2013: Ajang Penghargaan Wanita Inspiratif di Bidang ICT

Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan event Kartini Next Generation Award 2013, untuk memberikan pengakuan dan penghargaan atas wanita inspiratif yang menggunakan ICT dalam pekerjaannya.

Kartini Next Gen 1

Senin 22 April 2013 kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informasi bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan event Kartini Next Generation Award 2013. Event yang diadakan di Ruang Birawa, Hotel Bidakara Jakarta tersebut dilaksanakan untuk memberikan pengakuan dan penghargaan atas wanita-wanita inspiratif yang menggunakan ICT dalam pekerjaannya.

Penghargaan Kartini Next Generation terbagi dalam empat kategori, yaitu: Inspiring Women in ICT for Education, Inspiring Women in ICT for Entrepreneur, Inspiring Women in ICT for Creative Media, dan Inspiring Women in ICT for Community Development. Selain itu, terdapat pula dua penghargaan untuk Special Award untuk dua wanita yang mempelopori penggunaan ICT di bidangnya.

Terdapat lebih dari 40 wanita yang telah masuk sebagai nominasi dalam Kartini Next Generation Award kali ini. Empat puluh wanita tersebut terdaftar melalui talent scouting, rekomendasi dari rekan-rekan Kominfo dan Kemeneg PP & PA, atau mendaftarkan sendiri pada website Kartini Next Generation Award (www.kartininextgen.web.id). Wanita-wanita yang masuk sebagai nominasi merupakan wanita-wanita yang berhasil menggunakan terknologi ICT, menginspirasi, serta berumur antara 20 hingga 40 tahun.

Kriteria penilain dilakukan melalui Personality yang mencakup aspek Passion, Skill & Competence dan Networking; Originality yang mencakup aspek Idea dan Technology Used; Promotion yang mencakup aspek Promotion Strategy dan Program Development; serta Impact dan Sustainable Environment.

Hebring

Salah satu finalis yang dekat dengan dunia kreatif pop culture adalah Marlin Sugama, pendiri dari Main Studio yang populer dengan karyanya Hebring. Marlin masuk sebagai nominasi Creative Media dan berkompetisi dengan sejumlah wanita lain yang juga menggunakan ICT dalam bidang tersebut.

Penghargaan diberikan kepada finalis dengan nilai tertinggi untuk masing-masing kategori. Kategori Education dimenangkan oleh Septi Peni Wulandari, seorang ibu yang bekerja secara professional di rumah dan mendidik dengan cara teleconference di lebih dari 20 titik di Indonesia. Kategori Social Media dimenangkan oleh Stefani Kurniadi yang menggunakan sosial media untuk menggerakkan usahanya dan membangun komunitas Cerita Perut (www.ceritaperut.com, atau melalui blog dan Twitter). Kini komunitas Cerita Perut telah diikuti oleh 10.000 pencinta kuliner di seluruh Indonesia. Kemudian untuk kategori Creative Media dimenangkan oleh Adiska Fardani, seorang wanita yang aktif di ITB yang bergerak di bidang programming dan coding. Adiska Fardani telah berhasil menciptakan software pengukur popularitas bernama No Limits (www.nolimitid.com). Terakhir untuk kategori Community Development dimenangkan oleh Nila Fanzil yang telah mendirikan Taman Bacaan Pelangi (tamanbacaanpelangi.com). Taman bacaan ini telah berhasil memberikan informasi untuk anak-anak yang membutuhkan di Indonesia Timur.

Special Award diberikan kepada dua wanita yang mempelopori penggunaan ICT pada bidangnya. Pemenang Special Award tahun ini adalah Angkie Yudhistia dan Aulia Halimatus Sadiah. Angkie Yudhistia adalah wanita dengan keterbatasan pendengaran. Meski demikian, Angkie membuktikan bahwa keterbatasan tersebut bukanlah halangan untuk berkembang. Angkie juga dengan antusias menyelenggarakan program e-commerce untuk anak-anak dengan keterbatasan. Sedangkan Aulia Halimatus Sudiah adalah perintis self publishing di Nulis Buku (www.nulisbuku.com). Melalui websitenya, Aulia mengajak komunitasnya yang berjumlah 20.000 orang untuk mempublikasikan buku secara on demand. Terdapat lebih dari 2.000 buku yang telah dipublikasikan oleh Nulis Buku.

Secara keseluruhan Kartini Next Generation Award berhasil memberikan pengakuan dan penghargaan kepada wanita-wanita yang berprestasi dalam penggunaan ICT. Ajang penghargaan ini juga berhasil menginspirasi wanita-wanita Indonesia lainnya melalui program-program yang dilaksanakan oleh para finalis. Dan kemudian, semoga inspirasi tersebut dapat menciptakan Kartini-kartini generasi baru nantinya.

Share this article

TENTANG PENULIS
Adelva

Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.