Shinji Mikami: The Evil Within Siap Hadirkan Kembali Survival Horror yang Sebenarnya!

Shinji Mikami mengungkapkan siap menghadirkan survival horror murni yang paling menyeramkan dalam The Evil Within. Lantas, apa pendapatnya dengan survival horror yang ada dewasa ini? Simak komentarnya di artikel ini!

Saat mengkonfirmasikan dan merilis trailer perdana dari The Evil Within hari Jum’at lalu, Bethesda sempat mengungkapkan bahwa detail lain dari game ini akan dibeberkannya pada hari Senin, 22 April (Selasa WIB). Nah, akhirnya mereka menepati janjinya, dan membeberkan banyak detail lain mengenai game yang tengah dikembangkan oleh Tango Gameworks ini. Salah satunya melalui Shinji Mikami, sang sutradara sekaligus pendiri dari Tango Gameworks, yang memberikan pendapatnya tentang genre survival horror di masa sekarang, dan apa yang ingin dicapainya dalam The Evil Within.

Dalam sebuah wawancara dengan IGN, Mikami mengungkapkan bahwa dewasa ini sangat sedikit game yang benar-benar ber-genre survival horror murni. Itulah sebabnya, di game ini nantinya kamu tidak akan menemukan senjata berat yang bisa digunakan untuk memberondong musuh dengan tembakan bertubi-tubi. “Definisi survival horror menurut saya adalah pertama-tama game tersebut tentu saja harus menyeramkan. Dan yang kedua, kamu bertemu dengan makhluk menyeramkan, dan kamu seakan kerepotan untuk mengalahkan mereka. Sebuah keseimbangan yang baik antara kedua elemen inilah yang membuat sebuah game dikatakan survival horror,” ungkap Mikami dalam wawancara tersebut.

“Untuk pertarungannya, tentu saja kamu bisa menembakkan senjata api, menggunakan pisau, kapak dan senjata lainnya. Di luar dari itu, kamu juga bisa meletakkan jebakan yang bisa menghadang laju musuh. Kami tidak bermaksud untuk memberikan pemain kekuatan yang terlalu super. Bagaimanapun, jika tidak ada cara untuk melawan, atau menyerang balik musuh tersebut yang bisa memberikan sedikit rasa tegang kepada pemain, maka game tersebut bukanlah survival horror,” tegasnya. “Jadi, kami akan tetap memberikan senjata yang dibutuhkan pemain, namun kami sama sekali tidak mempertimbangkan penggunaan senjata berat seperti machine gun,” paparnya.

Mikami menambahkan, bahwa kamu bisa melakukan gerakan-gerakan stealth seperti menyusup dan taktik-taktik tertentu untuk mengalahkan musuh, seperti melemparkan botol untuk mengalihkan perhatian mereka. Amunisi senjata yang tersedia dalam game ini juga sangat terbatas, sehingga kamu harus mengasah skill-mu untuk menggunakannya secara bijak. Hal inilah yang disebut Mikami sebagai sebuah elemen yang sangat menarik. “Terkadang, kamu harus lari tunggang langgang karena persediaan amunisimu tinggal sedikit, dan kamu merasa seperti hampir mati. Seketika itu pula kamu berusaha untuk melakukan headshot. Kamu melakukannya dan dor! Musuh tersebut jatuh dengan tembakan peluru terakhirmu. Kamu merasa lega dan mendapatkan perasaan yang sangat gembira. Saya kira itulah cara termudah untuk mendeskripsikan survival horror dengan baik dan jelas”, paparnya.

Lebih lanjut, Mikami sempat memberikan catatan bahwa game survival horror yang menekankan kepada elemen action telah mengambil beberapa elemen “ketegangan” yang ada di genre tersebut. “Game survival horror sudah melenceng jauh dari apa yang membuatnya disebut survival horror. Oleh karena itu, saya ingin membawa survival horror kembali ke tempat semestinya,” jelasnya mengomentari survival horror yang ada saat ini. “Saat ini, terdapat banyak game survival horror. Namun, satu hal yang saya ingin fokuskan adalah membuat game yang memiliki keseimbangan sempurna antara horror dan action,” lanjutnya.

Di akhir wawancaranya, Mikami sempat mengutarakan bahwa salah satu tujuan timnya adalah untuk membuat pemain merasa belum pernah memainkan game seseram The Evil Within selama hidup mereka! Keseimbangan yang sempurna antara horror dan action. Apakah benar The Evil Within akan menjadi game paling seram yang pernah kita mainkan? Kita tunggu saja saat game ini dirilis tahun depan untuk PS3, X360, PC dan konsol next gen seperti PS4 dan Xbox Durango.

[Sumber: IGN]

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.