Iron Man 3 Week: Spoiler Alert! Review Film Iron Man 3!

Ini dia review dari Iron Man 3! Awas, spoiler alert! You have been warned!

Hi Citizen! Sudah ada diantara kamu yang menonton Iron Man 3 ? Bagaimana pendapat kamu semua? Indonesia termasuk beruntung bisa menyaksikan Tony Stark lebih cepat dibandingkan dengan negara asalnya sendiri, Amerika Serikat. Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan sedikit review setelah menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam di dalam bioskop.

Di seri ketiga ini, kita bisa melihat kembali kekuatan utama seorang Tony Stark dan itu bukanlah armor maupun kumpulan senjata canggih yang dia miliki melainkan tingkat kecerdasannya yang bisa dikatakan jenius. Sepanjang film, Stark harus menggunakan pengetahuannya untuk menghadapi berbagai macam rintangan yang muncul. Namun begitupun, Stark sendiri sedang berada pada kondisi psikis yang buruk setelah kejadian yang dialaminya di dalam The Avengers. Sampai pada Iron Man 2, Stark percaya kalau dia adalah satu-satunya super hero di Bumi. Hingga pada akhirnya dia bertemu dengan gerombolan manusia super di The Avengers. Hal ini membuatnya terobsesi untuk membuat armor yang lebih kuat daripada sebelumnya, hanya untuk melindungi satu-satunya orang yang dia sayangi, Pepper Potts.

Cerita kemudian mundur sampai tahun 1999, dimana Stark dan ilmuwan Maya Hansen secara arogan tidak mengindahkan permintaan Aldrich Killian untuk membantu perusahaannya, Advanced Idea Mechanics, dalam mengembangkan sebuah serum yang disebut sebagai Extremis dan digunakan untuk memulihkan seseorang dari kondisi lumpuh. Adegan kembali maju ke masa sekarang dimana serangkaian bom yang diinisiasi oleh seorang teroris dengan codename The Mandarin telah mengguncang Amerika Serikat. Dalam salah satu serangan bom tersebut, Happy Hogan, teman sekaligus Security Chief dari Stark’s Industries terluka dan ini membuat Stark berang. Stark mengultimatum The Mandarin dan dijawab dengan diserangnya rumah Stark di Malibu.

Shane Black sepertinya belajar dari kekurangan film sebelumnya, yaitu fokus cerita. Di Iron Man 2, fokus cerita lebih ke Tony Stark yang sedang sekarat sehingga karakter antagonis, Ivan Vanko, seperti hanya selingan. Di film ketiga ini, kita dihadapkan oleh dua antagonis, Aldrich Killian (Guy Pearce) dan Mandarin (Ben Kingsley) yang masing-masing mendapat porsi yang cukup. Meski fokus cerita yang diperbaiki, plot yang bisa dibilang terlalu dangkal atau umum membuat story-nya mudah ditebak. Diselipkannya twist yang bisa dibilang agak mengejutkan menjadi nilai plus. Siapa sangka kalau Mandarin itu ternyata bukan Mandarin? Heran? Tonton sendiri agar tahu maksudnya.

Untuk special effect, tidak perlu diragukan lagi. Scene dimana rumah Tony Stark diserang menurut saya yang paling berkesan. Main highlight-nya sendiri jelas, kemunculan berbagai armor Iron Man yang dikendalikan oleh JARVIS, program buatan Stark, meski yang paling disorot di film ini adalah Mark 42.

Robert Downey Jr. seperti biasa sukses memerankan Tony Stark yang nyentrik. Kembalinya jajaran cast seperti Gwyneth Paltrow sebagai Pepper Potts, Don Cheadle sebagai James Rhodes sang pemakai armor War Machine (yang di-rebrand menjadi Iron Patriot), Jon Favreau sebagai Happy Hogan serta tambahan Guy Pearce dan Ben Kingsley melengkapi jajaran cast yang bisa dibilang cukup ciamik. Dan jangan beranjak dari kursi kamu ketika film sudah berakhir karena akan ada cameo yang cukup menarik setelah credit scene.

Iron Man 3 adalah film yang menarik, ringan dan penuh dengan ledakan. Tidak sebaik The Avengers tapi berhasil melampaui level Iron Man 2 dimana sisi psikologis seorang Tony Stark semakin diperdalam. Cerita cinta antara Stark dan Potts juga menjadi semakin rumit dan menarik untuk dicermati, dimana hal ini sangat mempengaruhi kondisi Stark secara keseluruhan. Iron Man 3 tentunya harus menjadi film wajib yang kamu tonton saat ini, terutama jika kamu adalah penggemar ledakan khas Hollywood! Duniaku juga akan bagi-bagi tiket gratis untuk event nobar Iron Man 3, bagaimana cara mendapatkan tiketnya? Langsung saja follow akun twitter Duniaku.Net dan juga Movies Explorer Club untuk informasi lebih lanjut!

TENTANG PENULIS
Aditya Pratama

Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.