Zombicide, Salah Satu Board Game Terpanas Tahun Ini!

Zombicide! Salah satu board game bertemakan zombie yang paling dicari saat ini! Kali ini saya berkesempatan mencoba memainkannya dan hasilnya? Ketagihan!

Sejak kemunculan The Walking Dead sepertinya demam zombie sudah merambah semua kalangan. Segala hal yang berhubungan dengan zombie mudah sekali meraih perhatian publik, tidak terkecuali dengan board game satu ini yang bernama Zombicide. Zombicide adalah salah satu board game yang cukup ‘panas’ dan sering dibicarakan sejak akhir tahun lalu. Kali ini, Duniaku berkesempatan mencoba memainkannya bersama komunitas ResidentEvil_ID dan abugetdotcom.

Zombicide yang dikembangkan oleh Guillotine Games ini sebenarnya adalah sebuah indie board game dan dana yang dibutuhkan untuk produksi didapatkan melalui Kickstarter dengan crowd-fundingnya. Zombicide menjadi hits dengan banyaknya orang yang mendukung dan menyumbang dalam project ini, menjadikannya sebagai salah satu board game yang paling ditunggu tahun lalu. Dirilis pertama kali pada akhir tahun lalu dan sekarang Guillotine Games sedang mengembangkan Zombicide Season 2 yang rencananya akan mulai dikapalkan pada bulan September tahun ini.

Kembali ke meja permainan! Zombicide adalah sebuah boardgame yang masif, dengan 9 flippable tiles set untuk berbagai macam skenario. Namun, walaupun terkesan sulit, ternyata Zombicide sangatlah mudah untuk dipelajari, bahkan untuk orang yang baru pertama kali bermain boardgames. Pada dasarnya, setiap pemain memiliki tiga action. Action tersebut dapat digunakan untuk move, attack dan search. Move dan attack dapat digunakan berkali-kali selama masih ada sisa action point, namun search hanya dapat dilakukan 1 kali per turn dan hanya dapat dilakukan di dalam ruangan.

Objective yang harus dilakukan cukup bervariasi, dimulai dari harus menutup semua spawn point zombie, mengumpulkan beberapa item tertentu dan kabur atau bertahan untuk waktu yang telah ditentukan. Pemain juga dapat membuat skenario sendiri karena memang level kebebasan yang diberikan oleh Zombicide cukup tinggi. Pada permainan ini, kami memilih skenario mengumpulkan objective points dengan 4 zombie spawn area. Yang harus diperhatikan adalah, dalam memainkan Zombicide, kerja sama tim adalah sebuah keharusan. Strategi harus diterapkan dalam setiap langkahnya karena zombie akan terus respawn setiap masuk ke zombie phase.

Membunuh semua zombie secara membabi buta pun bukan merupakan suatu langkah yang bijaksana. Kenapa? Semakin tinggi level salah satu player, semakin banyak zombie yang akan muncul di spawn area. Ada 3 jenis zombie standar dan 1 jenis zombie spesial yang dapat diibaratkan sebagai ‘final boss’ dari Zombicide. Pertama, kita punya walkers, zombie standar yang hanya berjalan 1 zona per turn. Berikutnya ada Runner, zombie yang dapat bergerak 2 zona per turn dan harus diperhatikan pergerakannya. Terakhir ada fatty, dengan health point sebesar 2 (dan hanya dapat dibunuh oleh senjata yang memiliki 2 damage) yang selalu ditemani oleh 2 walkers setiap mereka spawning. Untuk yang spesial, Zombicide menawarkan abomination, seorang turis yang berubah menjadi raksasa dan hanya dapat dibunuh dengan menggunakan molotov. Mendekati akhir permainan Duniaku bersama ResidentEvil_ID dan abugetdotcom, yang terjadi adalah semua jenis zombie muncul, termasuk abomination. Sayang, permainan tidak dapat dilanjutkan karena sudah terlalu malam.

Sejauh ini, Zombicide adalah boardgames paling mengasyikkan yang pernah saya mainkan. Penuh strategi, mudah, menantang dan sangat membangun imajinasi. Penasaran ingin coba? Sayangnya Zombicide agak sulit dicari di Indonesia, jika kamu berminat, kamu bisa memesan edisi Season 2 di kickstarter. Memang harganya cukup mahal, tapi bagi pecinta board games dan zombie, Zombicide sangatlah direkomendasikan!

TENTANG PENULIS
Aditya Pratama

Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.