Review: Lakon Gundala Gawat dari Teater Gandrik

Di tengah derasnya kawanan superhero asing yang menginvasi negeri, Teater Gandrik menghadirkan kesegaran dengan membawa tokoh-tokoh superhero lokal ke atas panggung dengan tajuk Gundala Gawat, simak liputannya berikut ini!

1367232534000

Hai Citizen! Masih ingat dengan preview dari pementasan Gundala Gawat beberapa hari yang lalu? Nah sekarang saya ingin memberikan review untuk kamu semua! Lakon Gundala Gawat yang hanya dipentaskan selama 2 hari pada tanggal 26 dan 27 April kemarin cukup menarik animo yang cukup besar dari masyarakat. Hal ini terbukti dari membludaknya penonton yang memadati Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Pementasan yang dimulai dari pukul 2 siang dan berakhir sekitar pukul 5 sore ini mendatangkan banyak gelak tawa dari para penonton. Bagaimana tidak, semua super hero lokal harus bersatu-padu menggabungkan kekuatan untuk memulihkan kondisi negeri yang sudah rusak parah oleh kejahatan. Bisa diibaratkan kalau lakon ini adalah semacam The Avengers versi lokal. Cerita dimulai dengan tersiarnya kabar bahwa wilayah Klaten dihajar oleh sambaran petir berkali-kali. Anehnya, pada tiap sambarannya yang dahsyat itu, selalu saja ada korban dari kalangan jelata. Warga yang marah dan kesal pun mendatangi kediaman Gundala Putera Petir. Warga mengira sambaran petir yang kejam itu adalah ulah ayahanda Gundala. Pak Petir, ayah dari Gundala yang diperankan oleh Butet Kertaradjasa, menolak dengan keras tuduhan para warga tersebut. Sejatinya, sambaran petir tersebut adalah ulah dari kelompok penjahat yang bernama Harimau Lapar.

Untuk meredakan ketegangan, Hasmi, kreator dari Gundala, mengumpulkan para super hero yang kebanyakan sedang mengganggur dan mendirikan Pusat Pengerahan Tenaga Superhero. Hal ini ternyata menimbulkan masalah baru karena Aquanus, Jin Kartubi dan Pangeran Melar menuduh Gundala membuat cerita sendiri yang berbeda dari versi komik yang dibuat oleh Hasmi. Tentu saja Gundala marah atas tuduhan tersebut dan untuk meredakan keadaan yang semakin memanas, Hasmi mengusulkan untuk menciptakan satu karakter hero wanita baru yang bernama Agen X9.

Singkat cerita, mereka berhasil memasuki sarang Harimau Lapar, sayangnya penyusupan ini berhasil diketahui oleh pimpinan kelompok tersebut yang bernama Ketua Agung. Disini kita melihat bahwa bahkan super hero pun bisa berkhianat. Para super hero yang pada awalnya mendukung Gundala malah berbalik mengepungnya dan ikut terlibat dalam perampokan yang dilakukan oleh Harimau Lapar.

Seperti biasa, Teater Gandrik selalu menyisipkan banyak sindiran-sindiran sosial kepada pemerintah. Dimulai dari kasus Cebongan, Ujian Nasional yang berantakan hingga kasus korupsi yang masih merajalela di negeri ini. Gundala Gawat adalah sebuah pementasan yang wajib ditonton karena banyak memiliki pesan sosial dan tentunya dibungkus dengan humor jenaka yang sangat menggelitik.

Share this article

TENTANG PENULIS
Aditya Pratama

Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.