Among the Sleep, Melihat Definisi Game Horror dari Sudut Pandang Anak Kecil

Bosan dengan game horror dengan tema zombie atau sejenisnya? Bersiaplah untuk dibawa kembali menuju ketakutan masa kecilmu saat balita dalam Among The Sleep!

“Sudah malam, saatnya tidur!” Mungkin itu adalah kata-kata yang sering kita dengar dari mulut orang tua kita saat mereka menyuruh kita untuk segera memejamkan mata dan tidur sewaktu kita kecil dahulu. Namun, mata kita belum bisa terpejam sepenuhnya karena boneka beruang milik kita tiba-tiba digerakkan oleh sesuatu yang tidak bisa kita lihat wujudnya. Boks tidurmu mulai berayun dan seketika kamu terjatuh ke lantai. Meskipun ini adalah ruanganmu dan mainan yang ada disitu semuanya adalah milikmu sendiri, namun semakin malam keadaan kamarmu semakin mencekam. Dan saat itu, kamu tidak memiliki kekuatan dan persenjataan apa-apa, karena kamu baru berusia dua tahun saat itu. Apa ya yang harus kamu lakukan selanjutnya?

Jawabannya bisa kamu dapatkan dalam sebuah game indie yang kini tengah dikembangkan oleh Krillbite Studio yang berjudul Among the Sleep. Dalam game ini, kamu akan mengeksplorasi gameplay horror yang berbeda dengan yang seringkali kita temui sebelumnya, yaitu mengeksplorasi horror dari sudut pandang anak kecil berusia dua tahun. Tidak ada adegan berdarah-darah ataupun monster yang menakutkan, melainkan pihak pengembang ingin memberikan sebuah atmosfer yang benar-benar unik dan mengajak kita untuk bernostalgia dengan ketakutan masa kecil kita.

Menurut Adrian Tingstad, salah satu anggota dari Krillbite, mereka memilih tema ini karena tema ini adalah tema yang bisa dipahami oleh semua orang, karena kita semua pernah merasakan bagaimana menjadi anak kecil. “Ini adalah bagian dari sejarah kita, meskipun mungkin kita tidak bisa mengingatnya secara mendetail,” ungkap Adrian seperti dikutip dari Polygon. “Kita dulu takut dengan gelap dan banyak hal lain yang sebenarnya tidak kita ketahui wujud aslinya. Terkadang kita terbangun dari mimpi buruk dalam keadaan yang bingung. Kami kira, inilah yang membuat pemain bisa mudah untuk terhubung dengan tema yang dibawa oleh game ini,” ungkapnya lebih lanjut.

Ide dari game ini sendiri berasal dari mimpi sang lead designer, Anders Uglands dan sejurus kemudian tim Krillbite pun langsung melakukan diskusi mengenai bagaimana masa kecil mereka untuk membentuk pengalaman bermain dalam game ini. Game ini nantinya akan dipresentasikan dalam sudut pandang first person, jadi kamu akan seolah-olah kembali merasakan ketakutan anak kecil berusia dua tahun. Sebagai contoh, kamu harus memanjat rak, boks atau kursi hanya untuk meraih gagang pintu dan membukanya. “Kami ingin membawa orang dewasa untuk kembali ke mindset masa kecil mereka, dimana mereka selalu menjelajah dan bereksperimen dengan apapun yang ditemuinya,” ungkap Adrian.

Karena kamu memerankan seorang anak kecil, game ini benar-benar tidak menyediakan sistem pertarungan sedikitpun. Yang bisa kamu lakukan hanyalah bersembunyi. Pergerakanmu juga sangat terbatas, hanya bisa berjalan tertatih-tatih dan merangkak saja. “Kamu adalah seorang anak kecil yang rentan, tidak ada cara untuk mempertahankan diri. Hal inilah yang membuat game ini lebih menyentuh secara personal dibandingkan klise horor kebanyakan,” ungkapnya lebih lanjut.

Among the Sleep saat ini masih berjuang untuk mendapatkan pendanaan dari Kickstarter hingga 18 Mei 2013 yang akan datang. Dalam jangka waktu sepuluh hari ini, mereka sudah mengumpulkan US $110.000 dari target keseluruhan US $200.000 yang ingin dicapai. Jika game ini sudah mendapatkan dana yang sudah ditargetkan, menurut rencana game ini akan dirilis untuk PC, Mac dan Linux pada kuartal akhir tahun ini juga.

[Sumber: Kickstarter]

Share this article

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.