Assassin’s Creed Menjadi Franchise Ubisoft yang Paling Laku

Melalui data dalam website Ubisoft, didapatkan informasi jika serial Assassin’s Creed menjadi franchise mereka yang paling laku, dengan angka penjualan mencapai 73 juta unit.

1398425381000

duniaku-acunity-04

Melalui data dalam website Ubisoft, didapatkan informasi jika serial Assassin’s Creed menjadi franchise mereka yang paling laku. Game action adventure dengan unsur stealth tersebut keseluruhan serinya sudah terjual hingga mencapai 73 juta unit.

Melalui data dalam corporate website Ubisoft, mereka menuliskan apa saja yang menjadi “worldwide best-selling franchises.” Assassin’s Creed, yang saat ini memiliki enam game utama sejak tahun pertama kali dikenalkan tahun 2007 lalu, dan delapan game tambahan lainnya untuk browser dan platform portable, menjadi pemimpin, dan mengikuti di bawahnya adalah Just Dance (dengan 48 juta) dan Tom Clancy’s Splinter Cell (dengan penjualan 30 juta unit).

Sepertinya total unit terjual tersebut akan terus bertambah, karena Ubisoft pun tidak mau menghentikan kisah para assassin dalam memburu Piece of Eden. Assassin’s Creed terbarunya, Assassin’s Creed: Unity, yang disiapkan untuk PS4, XO dan PC untuk akhir tahun ini, juga diprediksi akan menuai sukses penjualan yang sama. Apalagi dengan melihat begitu dalamnya Ubispft menyiapkan latar belakang kisah dan setting-nya, yang bisa kalian buka kembali ulasannya di sini. Unity yang baru dikonfirmasikan pertengahan Maret 2014 kemarin, akan mengambil setting Paris selama masa Revolusi Perancis di abad ke-18 dengan assassin yang kita kendalikan bernama Arno, sebuah setting yang secara samar juga disinggung dalam ending Assassin’s Creed: Brotherhood.

Petunjuk setting Asassin's Creed 3 dan Unity dalam Assassin's Creed: Brotherhood.

Petunjuk setting Assassin’s Creed 3 dan Unity dalam Assassin’s Creed: Brotherhood.

Seperti yang juga kami bahas dalam artikel sebelumnya, dalam ending Brotherhood tersebut, Shaun Hastings menunjuk pada dua simbol yang muncul, yaitu Phrygian Cap dan Masonic Eye (Eye of Providence). Kedua simbol tersebut hanya muncul bersamaan selama “Declaration of the Rights of Man and of the Citizen,” yang ditulis selama Revolusi Perancis pada Agustus tahun 1789. Demikian dengan munculnya simbol tersebut yang mewakili setting utama Unity dalam Brotherhood, sebenarnya Ubisoft sudah mengembangkan game itu selama 3 tahun. Jika gambar di atas terlalu kecil, bisa kalian klik / lihat yang lebih jelas melalui dua screenshot berikut.

Seandainya di pelajaran sejarah dunia kita lebih ahli, seharusnya tidak perlu setelat ini ya menyadari petunjuk tersebut. Selain itu, era Feudal Jepang juga sempat disinggung dalam Assassin’s Credd 4: Black Flag, yang juga kami bahas di sini, mengindikasikan jika nantinya kita mungkin akan mendapatkan setting tersebut dalam seri baru game ini.

Kembali pada franchise terlaris Ubisoft, game lainnya yang besar angka penjualannya adalah serial Rainbow Six (26 juta) dan Ghost Recon (25 juta).

  • Assassin’s Creed: 73 million
  • Just Dance: 48 million
  • Tom Clancy’s Splinter Cell: 30 million
  • Tom Clancy’s Rainbow Six: 26 million
  • Tom Clancy’s Ghost Recon: 25 million
  • Petz: 24 million
  • Rayman: 25 million
  • Imagine: 21 million
  • Prince of Persia: 20 million
  • Driver: 19 million
  • Far Cry: 18 million
  • Rayman Raving Rabbids: 14 million
  • The Settlers: 10 million
  • The Experience: 9 million
  • Anno: 5 million
  • Your Shape: 3 million

Sumber: Ubisoft

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.