Sutradara Jurrasic World: Dinosaurus Asli Kurang Menarik, Karena Itu Kita Menggunakan Dinosaurus Hybrid!

Colin Trevorrow mengungkapkan alasannya mengapa dia menggunakan dinosaurus hybrid dalam Jurassic World.

Jurassic_World_68450

Official trailer Jurassic World telah dirilis dan mendapatkan lumayan banyak komentar positif diantara fans Jurassic Park (Baca: Official Trailer Jurassic World: Dinosaurus Kembali, Manusia Terancam Punah Tahun 2015!). Nah, beberapa saat setelah kita mengetahui plot film tersebut, sebuah pertanyaan muncul: kenapa menggunakan hybrid dinosaurus? Apakah berarti dari seluruh populasi dinosaurus yang pernah ada tidak ada dinosaurus yang cukup besar dan menakutkan untuk menghilangkan dahaga penonton? Colin Trevorrow, co-writer screenplay  dan sutradara Jurassic World sepertinya berpikiran demikian.

Trevorrow mengatakan opininya tentang dinosaurus baru (yang rumornya bernama D-Rex) dalam interview bersama Empire Magazine:

“There is no shortage of awesome [real] dinosaurs. We could have populated this entire story with new species that haven’t been in any of these movies. But this new creation is what gave me a reason to tell another Jurassic Park story. We have the most awe-inspiring creatures to ever walk the Earth right in front of us, but for some reason that’s not enough. We’re always hungry for the next thing, and those who profit from it are always looking to feed that hunger. The focus groups want something bigger than a T-Rex. And that’s what they get.”

Seperti yang diutarakan sang sutradara, selain alasan karena tidak ada dinosaurus nyata yang benar-benar ‘wow’, mereka juga ingin membuat sebuah ‘plot’ cerita yang lain, memperluas dunia Jurassic, dan menampilkan sesuatu yang lebih ganas dan besar daripada hanya sekedar T-Rex. Well, keputusan ada di tangan sutradara.

Dengan diperkenalkannya nama-yang-belum-resmi D-Rex, apakah itu berarti kita tidak akan lagi melihat T-Rex? Seperti yang kita tahu, T-Rex telah menjadi dinosaurus ikon dari franchise Jurassic Park, dan merupakan dinosaurus yang paling mudah dikenali oleh banyak orang. Saat Empire Magazine menanyakan Trevorrow perihal T-Rex ini, dia menjawab, “Tentu saja kamu akan melihat T-Rex.

Mosasaur_Feeding_Show

Mosasaurus

Seperti film Jurassic lainnya, manusia akan melarikan diri dari ancaman dinosaurus. Dan bukan hanya D-Rex atau T-Rex, karena kita melihat di film bahwa Raptor akan kembali (meskipun dalam trailer mengindikasikan bahwa Chris Pratt akan bekerja sama dan bukannya bermusuhan dengan para Raptor). Bahkan selain raptop, ada juga dinosaurus air bernama Mosasaurus. Saat ditanya mengenai pilihan ‘makanan ringan’ (sebuah hiu great white) untuk dinosaurus ini, Trevorrow berkata:

“I thought it would be cool if we had this massive animal and the park used one of our most fearsome modern predators as food. There could be a whole other facility where they used shark DNA to mass-produce them to feed the bigger beast. It’s a bonkers idea, but I’m comfortable going to Crazytown, because I used to live there when I was a kid.”

Yang menjadi pertanyaan bagi saya, apakah dengan menggunakan ‘monster buatan’ dan bukannya dinosaurus asli, apakah film ini tetap pantas disebut sebagai sebuah film Jurassic Park, ataukah lebih pantas disebut sebagai film ‘monster’? Bagaimana menurutmu?

Jurassic World mulai premier 12 Juni 2015.

TENTANG PENULIS
Snow

Veteran game survival-horror terutama Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis light novel. Light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.