Fifty Shades of Grey di Banned di Banyak Negara!

Indonesia termasuk, lho!

Fifty Shades of Grey di banned

Karena kontennya yang erotis dan tidak wajar, Fifty Shades of Grey di Banned di berbagai negara. Termasuk Indonesia!

Fifty Shades of Grey bukan untuk dikonsumsi semua orang. Kontennya yang erotis dan tidak wajar telah membagi penikmat fim dan kritikus menjadi dua kubu: sebagian mengatakan kalau film ini jelek dan tidak menghibur sama sekali, tetapi sebagian juga mengatakan kalau film ini bagus (walaupun lebih banyak jeleknya sih…).

Untuk beberapa negara seperti Indonesia, Fifty Shades of Grey di banned juga lho! Negara-negara tersebut antara lain: Malaysia, Nigeria, Kenya, Uni Emirat Arab, Papua Nugini, Kamboja. Rusia bagian utara juga dilaporkan telah membanned film ini.


CONTINUE READING BELOW


Menurut situs Deadline, China telah mem-banned Fifty Shades of Grey tanpa proses screening sama sekali. Hal ini bisa mempengaruhi pendapatan global Fifty Shades of Grey, tetapi film ini masih kokoh duduk manis di puncak Box Office. Film yang dibuat dengan bujet hanya $40 juta, kini telah mendapatkan pemasukan sebesar $100 juta secara domestik, dan tambahan $200 juta secara internasional.


CONTINUE READING BELOW


Banyaknya pencekalan ini dan juga insiden-insiden yang terjadi (seperti seorang wanita yang melakukan tindakan tidak senonoh ketika menonton film ini di bioskop), membuat Fifty Shades of Grey semakin terkenal. Hal ini juga mengindikasikan bahwa memang ada beberapa orang yang tertarik untuk menonton film seperti ini. Sayangnya, pencekalan di berbagai negara bisa jadi salah satu alasan kenapa Fifty Shades of Grey menjadi film yang paling banyak dibajak tahun ini: mencapai 450.000 kali!


CONTINUE READING BELOW


Fifty Shades of Grey dikabarkan akan dibuatkan dua buah sekuel, meskipun begitu sepertinya nasib Fifty Shades Darker masih belum pasti. Yah, meskipun dua buah sekuel-nya dibuat, tetap saja film ini tidak akan tayang di Indonesia. Jadi, kita tidak bisa melihat Dakota Johnson secara langsung di bioskop… Hiks… :(


CONTINUE READING BELOW


 

Sumber: Cinemablend, Adage

Share this article

TENTANG PENULIS
Snow

Veteran game survival-horror terutama Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis light novel. Light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.