Everybody’s Gone to the Rapture Bikin PS4 Lebih Dramatis dan Emosional

Setelah melihat video dan mendengar musik Everybody’s Gone to the Rapture, mimin jadi pengen berlibur nih…

1429531239000

Everybody's-Gone-to-the-Rapturejpg (15)

Menariknya, setting game ini sendiri juga dijelaskan menjadi karakter dalam game ini, bukan sekadar latar belakang cerita. Bakal ada 6 area utama dalam game, yang masing-masing memiliki karakteristik sendiri. Hanya saja, mereka tetap saling berkaitan satu sama lain membentuk kesatuan. Setiap area bakal merangkai cerita untuk kalian, dan berujung pada sebab kenapa semua orang menghilang di sana. Sepertinya kita bakal menjumpai cerita yang dramatis dan menggugah emosi, seperti musik-musiknya yang bisa kalian dengarkan di akhir tulisan ini.

Everybody's-Gone-to-the-Rapturejpg (10)

Jika dalam Dear Esther progress permainan sebatas mendengar narasi dan interaksi dengan obyek sekitarnya juga minim, maka dalam Everybody’s Gone to the Rapture yang dibangun oleh engine CryEngine 3 ini memungkinkan karater lebih leluasa memanipulasi obyek, bisa membuka atau menutup pintu, bahkan karaktermu mampu mempengaruhi terjadinya sebuah event yang sedang terjadi.

Everybody’s Gone to the Rapture – E3 2014

Karena fokusnya pada cerita, maka musik juga berperan penting dalam mendukung narasinya. Kalian bisa mendengar salah satu musik hasil karya komposernya, Jessica Curry di bawah ini:

https://soundcloud.com/playstation/dust-and-shadow/s-FWkea

https://soundcloud.com/playstation/everybodys-gone-to-the-rapture-the-mourning-tree

TENTANG PENULIS
Doni

Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.