Xenoblade X Siap Kuras Dompet Gamer untuk Wii U!

Jangan baca kalau kamu belum siap dipaksa beli Wii U hanya demi 1 judul game!

1434967223000

Xenoblade-Chronicles-X-46

Setelah perilisannya di Jepang pada 29 April lalu, Xenoblade Chronicles X kembali unjuk gigi di ajang E3 2015 dengan tampilan trailer terbarunya. Bukan hanya itu, build “setengah jadi” versi Inggris game yang biasa disingkat Xenoblade X (Xenoblade Cross) ini juga dipertontonkan dalam Nintendo Treehouse di E3. Video gameplay ditayangkan selagi dilakukannya wawancara bersama Tetsuya Takahashi, direktur Monolith Soft. Skell, mecha super keren untuk game ini, juga sempat diperbincangkan. Hmm, ada apa saja? Jangan dibaca kalau kamu belum siap dipaksa beli Wii U!

Xenoblade X di E3 2015

[youtube_embed id=”3R0CitOK8MA”]

Berikut ini pertunjukan gameplay Xenoblade X yang sudah mengalami unsur pelokalan. Wawancara dengan Takahashi sebagian besar memperbincangkan detail dunia yang ditampilkan dan hal lainnya sehubungan dengan desain dan gameplay selama permainan dijajal.

[youtube_embed id=”-gYlo8zO7lM”]

Takahashi mengungkapkan bahwa pemilihan kota New Los Angeles murni karena ia menyukai kota tersebut, di samping New York. Kebayang, kan, kalau jadinya New York yang dijadikan setting? New New York, uh… Saat membicarakan desain karakter Nopon, sang direktur yang merangkap penulis Xenoblade X mengatakan jika inspirasinya untuk makhluk maskot lucu tersebut adalah perpaduan pinguin dan burung hantu.

Nopon Xenoblade XSalah satu hal menarik yang dibahas adalah hubungan antara cuaca dan battle. Monster-monster tertentu dapat ditemui hanya jika hujan; kostum yang dikenakan karakter bisa memberi efek buff atau debuff tergantung faktor iklim.

Dalam video gameplay plus wawancara di atas, suara karakter game masih dalam bahasa Jepang dengan teks Inggris. Namun, video pertama dengan sulih suara Inggris sempat ditampilkan pula dengan respon beragam. Sebagian gamer kecewa karena ingin mendengar dialek British seperti halnya di Xenoblade Chronicles, sementara ada pula yang berpendapat sebaiknya tetap menggunakan suara asli Jepang saja.

[youtube_embed id=”81Ib7PLKHTo”]

Bagaimana komentarmu tentang sulih suara ini?

Skell, Fitur Mecha dalam Xenoblade X

Xenoblade-Chronicles-X-9


CONTINUE READING BELOW

Kenali Para “Transformers” Xenoblade Chronicles X!

Jangan baca kalau kamu belum siap dipaksa beli Wii U hanya demi 1 judul game!


Sebagai penerus langsung roh Xenoblade Chronicles dan seperti Xenoseries buatan Takahashi lainnya, Xenoblade X tentunya punya fitur andalan berupa mecha alias robot yang bisa dipakai bertarung. Mecha yang disebut Skell dalam Xenoblade X mengizinkan pemainnya bertualang dari ujung ke ujung peta dunianya secara lebih leluasa. Seperti diketahui, Xenoblade Chronicles X memiliki open world dengan jam eksplorasi yang luar biasa tinggi. Penitikberatan pada tingkat eksplorasi inilah yang agak membedakan X dengan seri sebelumnya.

[youtube_embed id=”ajETylWuMxk”]

Untuk mencapai titik pertemuan dengan Skell, dikutip dari IGN, kamu akan memerlukan sekitar 30 jam permainan terlebih dahulu. Tentunya hal yang wajar dalam RPG; sama seperti jika kamu harus menunggu separuh hingga 2/3 permainan untuk mendapatkan pesawat dalam game-game RPG pada umumnya. Demikian pula diungkapkan oleh Tetsuya Takahashi, “Alasannya adalah karena skala game akan berubah begitu kamu memiliki Skell.” Di samping itu, perlu diketahui bahwa pada pengecekan terakhir Takahashi, ia mencatat waktu 300 jam total dalam permainannya! Setidaknya, waktu permainanmu akan melebihi 100 jam.

Xenoblade-Chronicles-3D-2


CONTINUE READING BELOW

4 Fakta Unik Final Fantasy VII Ini Belum Tentu Ada di Versi Remake!

Jangan baca kalau kamu belum siap dipaksa beli Wii U hanya demi 1 judul game!


Sebelum versi Amerika Xenoblade X dirilis Desember 2015 nanti, JRPG eksklusif Nintendo buatan Monolith Soft ini telah terbukti sukses di negeri asalnya dengan begitu banyak pujian yang tertuai dari sejumlah review bergengsi. Gameplay, detail dunia, plot cerita, dan musiknya disebut memiliki “kesempurnaan tingkat tinggi” layaknya sebuah masterpiece oleh media Jepang Dengeki. Sementara itu, majalah game Jepang Famitsu memberikan skor tinggi dengan hanya satu kritik pada banyaknya cutscene yang disajikan. Rasanya cutscene bukan hal yang buruk jika mengingat spesialisasi para kreator game ini punya reputasi dahsyat dengan kuatnya elemen storyline. Ingat Xenogears?

TENTANG PENULIS
hyur

Wanita yang jatuh cinta pada game sejak tahun '90-an ini pernah dijuluki Dewigim sewaktu SMA. Selain punya hobi simpang siur antara game, anime, manga, dan dorama, dia juga memiliki ketertarikan akut pada musik video game. Berkarir di dunia game publishing selama 2 tahun terakhir diyakininya sebagai passion seumur hidup.