Kilas Balik Aktivitas Game Developer Indonesia Sepanjang 2015

Kaleidoskop aktivitas developer game Indonesia, mulai dari berbagai event yang digelar hingga game-game yang dirilis sepanjang 2015

1452157542000

September


developer indonesia

Melanjutkan Agustus yang penuh dengan event, September pun menjadi bulan yang tidak kalah sibuknya bagi developer Indonesia. Utamanya, bagi mereka yang mengikuti pagelaran Tokyo Game Show (TGS) 2015 di Jepang, yang merupakan keikutsertaan keempat kalinya bagi Indonesia. Total, ada lima studio game Indonesia yang berangkat dan membuka booth di bagian Asia New Stars Area antara lain Touchten Games sebagai koordinator, Altermyth, Artoncode Indonesia, Tinker Games dan G.U.I.L.D Entertainment. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, booth Indonesia Game Studios tahun 2015 kemarin benar-benar mandiri, tanpa ada campur tangan dari pemerintah.

developer indonesia

Selain TGS 2015, ada juga event Indonesia ICT Awards 2015 atau yang lebih dikenal dengan INAICTA 2015. INAICTA memperlombakan beberapa kategori, termasuk kategori games. Dua developer asal Surabaya, Mojiken Studio dan Anoman Studio merajai kompetisi dengan menyabet gelar jawara dan Merit Awards. Sedangkan untuk Special Mention, gelar disabet oleh Ekuator Games lewat karyanya, Celestian Tales: Old North.

shape it up koalisi kemakmuran

September juga menandai era “kolaborasi” dari developer Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, ada dua bentuk kolaborasi yang diinisiasi di bulan ini. Pertama ada ArtLogic Games yang membentuk platform publishing bernama GimKu, yang menggandeng Firebeast Studio, Agate Jogja dan StellarNull untuk mengembangkan dua game awal mereka. Lalu, ada juga Koalisi Kemakmuran yang dibentuk oleh Toge Productions bersama dengan Mojiken Studio, Amagine Interactive, dan Creacle Studio yang menghasilkan tiga seri game Armor Academy, dimana game pertama seri ini, Shape it Up dirilis di bulan September ini dan sukses menembus jajaran game puzzle terbaik di Google Play Store.


Oktober


cover-paxaustralia

Setelah mampir ke TGS 2015 pada bulan September, developer Indonesia kembali unjuk gigi di PAX Australia 2015. Kali ini, Indonesia diwakili oleh dua developer asal Jakarta dan Tangerang, Gotta Games dan Toge Productions. Gotta Games membawa game yang tengah mereka kembangkan, Stellar Strive dan Toge Productions membawa Infectonator: Survivors yang sudah merilis versi Early Access-nya di Steam.

valthirian arc: red covenant

Berbicara mengenai Infectonator: Survivors, bulan September ini juga menandai usaha mereka untuk menggalang dukungan melalui kampanye crowdfunding di Kickstarter. Bukan hanya Infectonator: Survivors saja yang memilih bulan ini sebagai awal kampanye Kickstarter. Agate Studio pun melakukan hal yang serupa dengan membawa seri baru Valthirian Arc mereka, Red Covenant.

duniaku-meetupgemugemu-7

Bulan ini juga menandai debut dari GemuGemu, platform publishing baru yang bertujuan untuk memasarkan game Indonesia ke pasar lokal dan regional. Untuk memperkenalkan platform baru ini, GemuGemu pun melakukan roadshow di empat kota meliputi Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Depok untuk bertemu dan menjalin kolaborasi dengan developer di masing-masing kota tersebut.

Kabar lain datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo) yang meresmikan rancangan Sistem Rating Game Indonesia. sistem rating game Indonesia ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai konten game mana yang cocok sesuai dengan umur mereka dan juga karakter budaya Indonesia. Karena masih bersifat rancangan, maka saat pertama kali diperkenalkan ke publik, Kemenkominfo meminta masukan dari para pelaku industri game di Indonesia dan masyarakat umum.

raiders quest

Dua proyek menarik dikonfirmasikan di bulan Oktober ini. Pertama ada Raiders Quest, debut dari Alkemis Games yang mulai memasuki tahap beta. Kedua, ada One Small Fire at a Time, prekuel dari An Octave Higher yang dikembangkan oleh Kidalang.

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.