Selamat! 3 Game Ini Bakal Wakili Indonesia di Indie Prize Casual Connect Asia 2016!

Tiga game ini siap bersaing dengan puluhan developer dari seluruh dunia dalam ajang yang akan digelar di Singapura bulan Mei nanti!

1461562543000

indie prize casual connect asia 2015

GameChanger Team, Agate Studio dan Joyseed Gametribe siap bersaing dengan puluhan developer lain dari seluruh dunia dalam Indie Prize Casual Connect Asia 2016!

Setiap tahun, Indie Prize yang digelar bersamaan dengan Casual Connect Asia selalu diramaikan dengan kehadiran developer game indie Indonesia. Bukan hanya sekadar memamerkan game dan menjalin hubungan dengan developer internasional, melainkan juga kerap kali pulang membawa gelar. Contohnya saja, dua tahun lalu ada Mintsphere dan Toge Productions, serta tahun lalu ada nama Kidalang yang menyabet gelar di ajang tersebut.

Bagaimana tahun ini? Kemarin (24 April 2016), panitia Casual Connect Asia sudah mengumumkan tiga game yang menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Indie Prize Casual Connect Asia 2016 yang akan digelar di Singapura tanggal 17-19 Mei 2016 mendatang! Tiga game ini berhasil lolos seleksi, akan dipamerkan dan berkompetisi dalam ajang yang akan digelar bersamaan dengan konferensi game kasual terbesar di Asia tersebut. Siapa saja mereka?


1

Valthirian Arc: Red Covenant (Agate Studio)


Meskipun sebelumnya tidak berhasil mencapai target pendanaan dalam kampanye Kickstarter, namun kesuksesan game ini di-greenlit di Steam menegaskan bahwa Agate Studio terus tancap gas dalam mengembangkan game ini. Menghadirkan nuansa RPG dibalut dengan simulasi akademi yang menjadi ciri khas Valthirian Arc, game yang dikembangkan dengan engine Unity untuk PC dan Mac ini siap kembali memuaskan fans Valthirian Arc yang sebelumnya dikembangkan untuk web browser.


2

Ascender (GameChanger Team)


Sejak pertama kali dikonfirmasikan tahun lalu, Ascender menjadi salah satu game yang wajib ditunggu kehadirannya di tahun 2016 ini. Mengusung gaya grafis, narasi dan musik yang menawan, juga gameplay metroidvania dengan open chip system yang inovatif, game ini pun siap kembali menggebrak di Indie Prize nanti. Apalagi di event-event game lokal, game ini sudah kenyang akan gelar, salah satunya yang terbaru mendapatkan gelar Best Game Narrative di IN.GAME Awards 2016 kemarin.


3

DayDream: The Beginning (Joyseed Gametribe)


https://www.youtube.com/watch?v=D6qYG3BBWlM

Baru beberapa hari ini penulis mendengar nama Joyseed Gametribe, namun studio ini langsung memberikan dua kejutan dalam dua hari terakhir. Game perdana mereka, DayDream: The Beginning berhasil menyabet gelar sebagai Best Game Art dalam IN.GAME Awards 2016 kemarin. Plus, kini mereka juga bersanding dengan developer papan atas lain dari seluruh dunia dengan berhasil mendapatkan kesempatan memamerkan karya di Indie Prize Casual Connect 2016 nanti. Dengan gaya grafis yang mereka usung, bukan tidak mungkin kejutan lain akan mereka torehkan dalam Indie Prize nanti.

indie prize casual connect asia 2016

Kidalang yang berhasil menyabet gelar kategori Best Game Narrative dalam Indie Prize tahun 2015 lalu


CONTINUE READING BELOW

Lewat An Octave Higher, Kidalang Berhasil Sabet Gelar dalam Indie Prize Casual Connect Asia 2015!

Kidalang, developer asal Bandung berhasil meraih satu gelar dalam ajang developer indie prestisius di Asia, Indie Prize Casual Connect Asia 2015. Selamat!


Jika membandingkan dengan kiprah Indonesia di Indie Prize tahun lalu, ada penurunan dari segi jumlah studio yang berhasil lolos. Salah satu alasan yang menyebabkan adalah adanya sedikit perubahan peraturan yang diterapkan dari pihak panitia. Jika kamu memperhatikan halaman resmi Indie Prize atau di fanpage Casual Connect, kamu akan melihat ada lebih banyak negara yang ikut serta. Bukan hanya dari Asia seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan ada juga yang berasal dari Eropa seperti Italia, Jerman dan Prancis.

Hal ini menadakan sepertinya Indie Prize tidak lagi dibatasi oleh peraturan “developer hanya bisa mengikuti gelaran di negara penyelenggara terdekat” seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika di Casual Connect Asia 2016 ada developer-developer Eropa yang ikut serta, maka besar kemungkinan nantinya developer Indonesia juga bisa ikut serta di Casual Connect yang digelar di negara-negara lain, seperti di Amsterdam dan Amerika Serikat.

[embed_FB urlpost=”https://www.facebook.com/CasualConnect/posts/10153650500327099″ width=”600″]

Jumlah tiga studio yang mewakili Indonesia ini belum final, karena berdasarkan penuturan dari teman-teman developer game indie Indonesia, banyak diantara mereka yang saat ini masih dalam status waiting list. Bisa jadi, jumlah ini nantinya bisa bertambah seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan Casual Connect Asia 2016.

Selamat untuk Agate Studio, GameChanger Team dan Joyseed Gametribe!

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.