Kisruh di Komunitas League of Legends, Apa Penyebabnya?

Terjadi kekisruhan di komunitas League of Legends. Beberapa hal menjadi penyebabnya, antara lain banyaknya perubahan mendadak. Selain itu apa lagi?

1472098892000

League of legends kacauDibalik besarnya komunitas League of Legends, ternyata dunia e-sportnya sedang mengalami masalah dan guncangan besar. Guncangan-guncangan ini antara lain disebabkan oleh pola komunikasi Riot, pengembang game ini, ke pemain. Banyak hal yang disampaikan dengan cara yang kurang tepat, sehinga menyinggung pemain pro dan tim-tim di LOL. Contoh terbaru adalah posting Marc Merrill, CEO Riot, di salah satu forum ternama, Reddit.

Screenshot_2

Dalam postingan tersebut Merrill menyatakan, “Kalau memang para tim profesional ingin menjaga kesejahteraan para pemainnya, mungkin sebaiknya mereka memberikan sebagian dari jutaan yang mereka dapatkan di kompetisi League of Legends daripada menghamburkan uang tersebut untuk mengikuti kompetisi game lain?” Postingan ini tentu mendapat kritik keras, terutama karena para tim profesional LOL kesulitan mencari sponsor yang enggan berinvestasi di LOL karena banyaknya ketidakpastian dalam game ini.

Ketidakpastian tersebut antara lain munculnya update yang mengubah pola permainan secara signifikan sebelum kompetisi major dimulai. Latihan panjang para pemain seringkali menjadi sia-sia karena Riot mengubah game secara signifikan. Perubahan ini tentu membingungkan player dan akhirnya tempo permainan menjadi lambat keseruan game menjadi hilang. Meski sudah mendapat kritik, perubahan besar yang mendadak ini masih kerap terjadi. Akibat ketidakpastian ini, beberapa sponsor yang tadinya berinvestasi untuk tim LOL juga diketahui pindah ke game e-sport lain.

[youtube_embed id=”YcPP45gj72M”]

Masalah lainnya adalah keseimbangan kemampuan champion yang tidak seimbang. Ini menjadi masalah besar pada kompetisi profesional. Pada Agustus 2015, salah satu champion yang bernama Darius, misalnya, hampir pasti diban saat kompetisi. Bila tidak diban, champion tersebut pasti dipilih oleh salah satu tim karena terlalu kuatnya kemampuan yang dimiliki.

Kita sebagai pemain tentu berharap Riot dapat meningkatkan kinerja, sikap, dan cara berinteraksi mereka ke pemain dan tim profesional. Karena bagaimana pun, tanpa pemain profesional, game buatan mereka akan terasa hambar dan tentu kalah bersaing dibandingkan game sejenis seperti Dota 2 dan HoN.

Share this article

TENTANG PENULIS
Ricky Setiawan

Tertarik dengan dunia game sejak kecil. Baginya, game tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar dan refleksi diri. Game yang ia senangi antara lain Grand Theft Auto V, seri Europa Universalis, seri Crusader King, dan seri Romance of the Three Kingdoms.