One Piece 861 – Saat Sanji Terlalu Menjiwai Perannya

Pesta pernikahan Sanji resmi dimulai di One Piece 861, dan tampaknya dia terlalu menjiwai perannya. Akankah ini berujung bahaya?

1490929255000

3

Santainya Kru Topi Jerami

Bege sudah memulai bersiap-siap. Caesar sudah bekerja, menempatkan cermin besar yang akan digunakan oleh Bege sebagai gerbang masuk. Lalu bagaimana dengan Luffy, yang memiliki tugas berat untuk menjadi distraksi bagi pasukan keamanan Big Mom?

Lihat saja di gambar di atas. Di One Piece 861 ini, dia dan rekan-rekannya malah tidur pulas, kelelahan akibat perjuangan panjang mereka untuk mendapatkan Sanji.

Jinbe berjanji akan membangunkan mereka 10 menit sebelum acara. Tapi mengingat sifat Luffy, mungkin ia memang akan memulai aksinya dengan kocak akibat baru bangun tidur.

Adegan ini juga menunjukkan pentingnya peran Jinbe kalau dia bisa sukses bertahan hidup dan menjadi anggota Topi Jerami. Kru ini dipenuhi oleh pemuda-pemudi sinting serta satu kakek-kakek yang juga gila. (Brook). Mereka butuh mentor bijaksana yang bisa dipercaya untuk membantu dalam urusan serius.

Jinbe bisa menjadi sosok itu. Bahkan lebih baik dari Robin, yang meski serius kadang ikut-ikutan mengambil keputusan gila dengan wajah serius.

4

Sanji Terlalu Menjiwai Peran

one piece 861

Tapi bukan Luffy yang paling berada dalam bahaya. Walau ia harus menjadi distraksi, dia tidak akan langsung berhadapan dari dekat dengan seseorang yang jelas-jelas akan membunuhnya.

Tidak demikian dengan Sanji. Walau ia tahu siapa Pudding sebenarnya, ia tetap harus tampil di pelaminan. Niatnya untuk menyelamatkan keluarganya, yang tak pernah menyayanginya, justru membuat ia harus berhadapan dengan pistol Pudding dari jarak dekat.

Masalahnya, satu-satunya yang bisa Sanji lakukan untuk menghadapi tembakan Pudding hanya mengelak. Peluru lapis permen yang sudah disiapkan Pudding terbukti mampu menembus tubuh baja keluarga Vinsmoke, jadi rompi anti peluru saja tidak akan cukup. Dia harus sepenuhnya fokus.

Pertanyaannya: apakah dia mampu fokus? Walau sudah tahu siapa itu Pudding, kata-kata dan penampilan manis sang putri Big Mom membuat Sanji menjadi gila lagi di One Piece 861 ini.


CONTINUE READING BELOW


Lucu juga memang. Padahal sebelumnya diperlihatkan betapa hancurnya Sanji mendengar Pudding ternyata memiliki niat jahat. Tapi begitu berhadapan langsung dengan orangnya, ia kembali bertingkah mabuk kepayang.

Tapi ini mungkin bagus. Bisa dibayangkan Sanji akan terus bertingkah konyol hingga saat Pudding mengeluarkan pistol, di mana ia akan menghindar dengan keren dan membalikkan keadaan. Justru kalau dia bersikap dingin dan sedih, Pudding bisa curiga kalau Sanji telah mengetahui sesuatu. Sekarang, acara bisa berlangsung dengan normal.

Selain itu, cukup menyenangkan juga melihat Sanji bisa membuat Pudding si ahli taktik kejam gregetan sendiri karena ulah koki kru Topi Jerami itu. Kalau segalanya berjalan lancar, ini hanya awal dari rentetan rasa frustrasi yang akan diberikan Sanji ke Pudding nanti.

Tapi kalau Sanji terus mabuk kepayang dan membiarkan dirinya ditembak sih dia hanya akan membuat teman-temannya repot sendiri.


 

Jadi, pesta pernikahan sudah memasuki babak utama. Rencana Bege pun akan mulai dieksekusi sepenuhnya (meski Sanji sedang bertingkah bodoh dan Luffy masih tidur). Akankah pembunuhan Big Mom berjalan lancar? Ataukah akan terjadi berbagai hambatan yang membuat misi ini jadi lebih sulit?

Sudah tidak sabar untuk langsung membaca bab selanjutnya, bukan? Sayangnya kamu-kamu yang mengikuti One Piece mingguan harus bersabar dulu. Manga heboh ini akan libur dulu untuk pekan depan. Eiichiro Oda sendiri rasanya sudah berjuang keras hingga ia bisa menulis manganya ini tanpa libur sepanjang bulan Maret yang panjang. Padahal biasanya wajar kalau dia mengambil satu pekan libur dalam satu bulan.

Bagaimana menurutmu? Akankah misi pembunuhan Big Mom ini berjalan mulus atau kacau? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar!

Sumber: Mangstream

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.