Review The Defenders: Avengers “Mini” yang Lebih Baik Tanpa Iron Fist!

The Defenders secara resmi dirilis untuk Netflix. Seperti apakah serial TV yang menceritakan tim Avengers “mini” ini? Simak review-nya di dalam artikel ini!

1503810035000

Musuh yang Lebih Mengancam, Tetapi Terbuang Sia-Sia

nonton streaming marvel the defenders mcu review indonesia

Hal paling menarik dari serial Marvel di Netflix adalah mereka memiliki musuh yang lebih terasa mengancam daripada musuh-musuh yang muncul di MCU—kecuali mungkin, Loki. Nah, musuh dalam The Defenders adalah Alexandra Reid yang diperankan oleh Sigourney Weaver. Bagi kamu yang belum tahu, Alexandra Reid adalah karakter original yang hanya muncul di seri TV dan Sigourney Weaver adalah aktris yang pernah berperan sebagai Ellen Ripley dari seri film Alien.

Disinilah keunggulan The Defenders, Alexandra yang diperankan oleh Weaver mampu menampilkan kharismanya dengan sangat baik sehingga membuat penonton dapat percaya bahwa karakter yang bahkan tidak pernah muncul di komik Marvel ini adalah karakter yang berbahaya. Setiap gerak-geriknya terasa sangat mencurigakan dan senyumannya terasa memiliki arti lain yang sangat berbahaya. Dalam cerita juga, dia adalah orang yang bahkan membuat ketua The Hand lainnya seperti Madame Gao terlihat ketakutan.

Sayangnya, penokohan Alexandra yang bagus hanya bertahan di beberapa episode awal. Ini juga disebabkan karena plot dari The Defenders yang terasa terlalu sederhana—belum lagi plot twist di penghujung film (tenang, tidak akan saya jabarkan di artikel ini). Padahal, Alexandra ini berpotensi bagus sebagai seorang karakter penjahat yang menakutkan layaknya Wilson Fisk/Kingpin.

“I am the Immortal Iron Fist” Ugh…

the defenders netflix online streaming indonesia

Kelemahan terbesar dari The Defenders adalah karakter Danny Rand atau Iron Fist. Semenjak kemunculannya, karakter yang diperankan oleh Finn Jones ini mendapatkan banyak sekali kritik—dan kritik itu akan terus berlanjut hingga mini-seri ini. Karakternya yang kekanak-kanakan mungkin bisa saya maklumi karena background story-nya yang tragis. Kekuatannya yang luar biasa dan sifatnya yang kekanak-kanakan, Danny Rand bisa saja menjadi karakter yang lovable dan keren—atau setidaknya punya nilai plus. Tapi, dalam The Defenders, yang saya rasakan hanyalah: karakter ini menyebalkan. Hal ini sangat disayangkan karena Danny Rand adalah karakter yang memiliki koneksi terkuat dengan The Hand.

Selain karakter yang menyebalkan, setiap adegan pertarungan yang menampilkan Iron Fist juga terasa menyebalkan. Gerakan-gerakan kung fu yang ditampilkan tidak terasa nyata karena koreografi yang berantakan membuat pertarungan menjadi tidak enak dipandang mata. Saya bisa bilang, pertarungan Daredevil yang sama-sama menggunakan gerakan-gerakan kung fu jauh lebih baik daripada Iron Fist yang seharusnya “jauh lebih kung fu” daripada Daredevil.

Meskipun begitu, bukan berarti segala hal tentang Iron Fist jelek dalam The Defenders. Terdapat beberapa cool moment yang melibatkan dirinya. Dan bagaimana dia dihajar oleh Luke Cage, Jessica Jones, dan Daredevil menjadi salah satu hiburan terbaik dalam seri ini.

Lanjut ke halaman 3 untuk ending dan kesimpulan!

TENTANG PENULIS
Snow

Veteran game survival-horror terutama Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis light novel. Light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.