Review SNES Classic Mini: Mesin Waktu yang Pas untuk Nostalgia Gamer 90an

Bagi gamer yang ingin merasakan nostalgia maksimal era 16 bit, maka SNES Classic Mini ini cocok untuk dibawa pulang. Sebelum beli, simak dulu review dari Duniaku.net ini!

1509521411000

snes classic mini

Apakah SNES Classic Mini wajib untuk dimiliki? Simak dulu review dari Duniaku.net ini!

Bagi gamer yang tumbuh di era 80 atau 90an, NES dan SNES adalah dua konsol yang pastinya sudah melekat di hati. Di dua konsol tersebutlah lahir banyak judul dan franchise yang selanjutnya menjadi favorit masa kini, seperti Final Fantasy, Chrono Trigger hingga Mario Kart.

Jadi, keputusan Nintendo yang kembali merilis dua konsol tersebut dalam ukuran mini tentunya sudah disambut meriah oleh gamer lawas (yang seharusnya sekarang sudah menggendong anak. Hehehe). Setelah tahun lalu Nintendo merilis NES Classic Mini, tahun ini mereka kembali menggebrak pasar dengan merilis “adiknya”, SNES Classic Mini.

Apakah SNES Classic Mini berhasil membawa nuansa nostalgia?

Sebenarnya, kamu tidak perlu membeli SNES Classic Mini untuk memainkan game-game lawas SNES. Kamu bisa memainkan via emulator di smartphone atau via virtual console yang pernah ditawarkan Wii. Namun tetap saja, kehadiran SNES Classic Mini ini lebih dari itu. Kapan lagi bisa bernostalgia langsung dengan menggunakan replika konsol mini lengkap dengan kontroler aslinya kalau tidak melalui device yang satu ini bukan?

Fisik: Imut Menggemaskan, Namun Kurang Rapi

snes classic mini

Lebih “cantik” saat port kontrolernya tertutup

Sebelum menyalakan konsol, kita perhatikan dulu bentuk fisik dari SNES Classic Mini yang imut, menggemaskan nan cantik ini. Setiap sudut dari konsol ini dibuat sangat mendetail dan mirip dengan aslinya, namun dengan ukuran yang cukup mini, sedikit lebih besar dari genggaman tangan. Kamu akan menemukan tombol Power dan Reset dengan mekanisme geser untuk menyalakan dan me-reset konsol. Plus, ada satu tombol “palsu” Eject yang tidak berfungsi apa-apa, karena toh konsol ini tidak mendukung penggunaan cartridge.

snes classic mini

Saat kontroler terpasang, tampak penutup port yang menjuntai ke bawah membuatnya kurang rapi

Yang mungkin sedikit membuat penulis kecewa adalah bagian port kontroler yang terlihat kurang rapi saat dibuka. Saat kontroler tidak terpasang, konsol ini terlihat sangat manis dan cantik untuk diletakkan di sebelah televisi. Namun untuk memasang kontroler, mau tidak mau kamu harus membuka penutupnya, dan itu yang membuat konsol ini terlihat kurang rapi.

Selain itu, karena mekanisme penutup yang terbuka ke bawah saat menggunakan kontroler, terkadang penutup ini bisa “mengganjal” konsol untuk berdiri kokoh seperti saat penutupnya tertutup.

snes classic mini

Beralih ke bagian kontroler, Nintendo benar-benar ingin memberikan “feel” seperti saat menggunakan kontroler aslinya. Tombol-tombolnya empuk, serta finishing glossy membuatnya tampak cantik menemani konsol mininya. Kabelnya juga cukup panjang untuk digunakan, kurang lebih sekitar 142 cm. Lebih panjang dari kabel kontroler NES Mini yang “hanya” 76 cm.

snes classic mini

Dalam paket pembelian, kamu akan mendapatkan langsung dua kontroler sehingga kamu bisa langsung bermain bersama temanmu. Konektor kontroler ini juga bisa kamu gunakan untuk menyambungkan kontroler ke WiiMote untuk digunakan saat memainkan Virtual Console.

Serasa Memiliki Mesin Waktu

snes classic mini

Usai mengagumi fisiknya, sekarang mari kita tengok bagian dalam alias fungsionalitasnya. Saat pertama kali menyalakan konsol, kamu akan serasa menyalakan sebuah mesin waktu. Di layar awal kamu akan menemukan daftar game bergaya retro, lengkap dengan box art-nya. Tekan tombol D-Pad kanan dan kiri untuk memilih game-nya.

Selain itu, dengan menekan D-Pad atas, kamu akan menemukan beberapa opsi dan pengaturan yang bisa kamu ubah-ubah, salah satunya adalah bagaimana tampilan game saat dimainkan. Ada tiga pilihan, mulai dari filter CRT yang membuatmu serasa memainkannya di TV tabung jadul, rasio 4:3 yang lebih cocok untuk TV LED zaman sekarang, serta pixel perfect untuk menampilkan piksel yang sesuai aslinya.

snes classic mini

Ingin nostalgia maksimal? Kamu bisa meilih CRT filter yang akan menampilkan grafis ala TV tabung jadul!

Saat kamu memasuki sebuah game, kamu bisa kembali ke menu awal dengan menggeser tombol reset ke atas. Memang agak sedikit merepotkan, karena setiap ganti game kamu harus beranjak dari tempat duduk untuk menggeser tombol reset. Tapi tenang, ada cara yang lebih mudah dengan menggunakan kontroler yang akan saya bahas di artikel selanjutnya!

Satu lagi yang membuat konsol ini serasa mesin waktu adalah Save State-nya. Kamu bisa menyimpan sampai empat save data dari game yang kamu mainkan. Di mana letak mesin waktunya? Menggunakan save state ini, kamu bisa mundur hingga 45 detik ke belakang (dari save state yang kamu simpan) untuk melakukan perubahan atau mungkin memperbaiki “kesalahan” yang sudah kamu lakukan.

snes classic mini

Yang sangat disayangkan adalah jumlah game yang tersedia. Nintendo hanya menyediakan 20 game plus 1 game StarFox 2 yang dulu batal dirilis di konsol aslinya. Bahkan judul-judul keren seperti Chrono Trigger dan Aladdin pun hilang dari daftar game yang bisa kamu mainkan. Padahal, Nintendo menyematkan memori yang cukup besar di konsol ini, kurang lebih 256MB. Dengan ukuran file rata-rata 3MB per game, seharusnya konsol ini cukup untuk menyimpan 100 game.

Apakah space ini disiapkan untuk game-game yang bisa diunduh di masa yang akan datang? Menarik untuk ditunggu. Namun bagi kamu yang sudah tidak sabar ingin menambahkan game-game kesayangan di konsol ini, kabar baiknya konsol ini sudah bisa di-hack dengan mudah. Tunggu tutorial lengkapnya di Duniaku.net ya!


CONTINUE READING BELOW

Wow, Hacker Berhasil Jebol Pertahanan SNES Classic!

SNES Classic yang dirilis oleh Nintendo ternyata hanya memiliki 21 games tanpa bisa ditambahkan, untuk itu para peretas pun bertindak.


Kesimpulannya, SNES Classic Mini ini salah satu konsol yang worth untuk kamu miliki. Apalagi jika kamu dulu besar di era SNES, dan konsol SNES-mu saat ini sudah tidak bisa digunakan. Kekurangan-kekurangan di fisik seperti kurang rapi saat kontroler terpasang, atau mungkin jumlah game yang minim tidak sebanding dengan nilai nostalgia yang kamu dapatkan saat memainkannya!

Share this article

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.