Inilah Daftar Lagu Naruto dari yang Terjelek Sampai Terbaik (Bagian 8)

Setelah pada minggu lalu kita sudah melihat posisi 20 – 11 sekarang kita akan melihat lagu Naruto yang ada di posisi 10 – 6.

1509773414000

Setelah pada minggu lalu kita sudah melihat posisi 20-11 sekarang kita akan melihat lagu yang pernah mengisi lagu Naruto dari posisi 10-6.

Pada minggu lalu kita sudah melihat 10 lagu dalam posisi 20-11 yang pernah jadi lagu pembuka dan penutup dari serial Naruto dan Naruto Shippuden. Kali ini Duniaku.net akan kembali mengurutkan lagu Naruto mulai dari yang paling bagus, biasa saja, dan terjelek.

Daftar ini akan muncul setiap Sabtu. Tetap cek Duniaku.net untuk mengetahui lagu Naruto favoritmu berada di posisi ke berapa!


CONTINUE READING BELOW

Inilah Daftar Lagu Naruto dari yang Terjelek Sampai Terbaik (Bagian 7)

Setelah pada minggu lalu kita sudah melihat posisi 30 - 21 sekarang kita akan melihat lagu Naruto yang ada di posisi 20 - 11.


Untuk minggu ini, kita akan melihat 5 lagu yang mengisi posisi 10-6 dan merupakan kumpulan lagu-lagu terbaik dari serial Naruto. Pantengin terus jadwal ini minggu depan karena kita akan mengetahui lagu apakah yang menjadi lagu Naruto terbaik sepanjang masa.

(NB: Lagu yang ada di dalam urutan ini diambil dari lagu yang pernah masuk dalam serial TV Naruto dan Naruto Shippuden. BGM serta lagu dari film dan edisi shounen-hen tidak dihitung.)

10

Sambomaster – Seishun Kyousoukyoku (Opening Naruto 5)

[youtube_embed id=”iK5xd7Tl9U”]

Sambomaster hadir dengan musik yang sebenarnya unik dan berbeda dari grup lainnya. Grup yang diisi oleh Takashi Yamaguchi di (vocal, gitar), Youichi Kondou (bass), Yasufumi Kiuchi (drum) ini menyukai musik punk rock namun mereka juga menyukai musik soul dan funk.

Kedua genre ini tentunya bertolak belakang satu sama lain dimana musik punk rock selalu terkenal berkat speed dan petikan gitar yang keras dan soul/funk yang mengandalkan petikan gitar yang halus serta musik yang lembut didengar.

Dengan segala upaya dan cara, mereka memadukan kedua genre yang bertolak belakang tersebut menjadi sebuah lagu dan hasilnya adalah sebuah lagu yang menjadi single kedua mereka yaitu “Seishun Kyousoukyoku” yang memadukan kedua genre yang bertolak belakang tersebut.

Dibuka dengan permainan drum yang sangat rockabilly lalu dilanjutkan dengan petikan gitar yang memadukan riff rock dan funk ke dalam satu dimensi. Vokal Yamaguchi disini yang serak menjadi simbolisasi dari musik seishun punk dan musik dengan gitar yang ritmis dengan efek rock n roll yang dibawakan menjadi simbolisasi dari musik soul/funk.

Jika ditilik kembali, sebenarnya lagu ini cukup kompleks terutama di pattern drum dan gitarnya karena menggabungkan dua genre yang berbeda tetapi masih dibawakan dengan nada yang ritmis, soulful, dan juga loud.

Tanpa sadar mereka berhasil membawakan lagu power pop dengan sangat baik dan sangat asyik dengan mementingkan groovy di dalamnya.

Posisi di Chart Oricon: 15

9

Okamoto’s – Yokubou wo Sakebe!! (Ending Naruto Shippuden 18)

[youtube_embed id=”3lneltInJb4″]

Band yang terdiri dari Shou Okamoto (vocal), Kouki Okamoto (gitar), Hama Okamoto (bass), dan Reiji Okamoto (drum) sering disebut sebagai The Rolling Stone muda versi Jepang. Pernyataan itu bukan tanpa alasan karena mereka memainkan warna musik garage rock dan rock n roll tradisional serta muka Shou yang mirip dengan Mick Jagger sewaktu muda.

Band yang sudah mengeluarkan tujuh album ini mempunyai diskografi yang beragam mulai dari garage rock murni, rock n roll, dance rock, sampai funk. Mereka menunjukkan sisi garage rock mereka yang fantastis dan bombastis di lagu “Yokubou wo Sakebe!!” yang menyatukan pengaruh musik mereka ke dalam satu kemasan.

Tanpa basa basi “Yokubou wo Sakebe!!” membombardir pendengarnya dengan musik garage rock yang cepat dan beradrenalin tinggi dengan lick-lick gitar yang fuzzy dan cepat. Okamoto’s seolah tidak memberikan ruang untuk diam sejenak dan terus menyerang dengan fuzz garage rock yang enerjik dan beracun.

Ekstasi garage rock ini semakin meningkat ketika Kouki mengeluarkan gitar solonya dan disambung dengan bagian yang bluesy sebelum kembali dilanjutkan ke musik garage yang cepat.

Dalam lagu ini, Okamoto’s menunjukkan seberapa cepat dan fasih garage rock bisa dibawakan sehingga lagu ini tidak melenceng dari akar bermusiknya serta mempunyai ritme yang asyik dan enerjik.

Posisi di Chart Oricon: 79

8

The Cro-Magnons – Totsugeki Rock (Opening Naruto Shippuden 11)

[youtube_embed id=”6La6zCMaGiE”]

Jika kamu membaca dari awal sampai sekarang tentang artikel ini, kamu pasti sering menemukan nama The Blue Hearts dalam artikel ini. The Blue Hearts sendiri merupakan grup punk rock pertama di Jepang yang mendapat kepopuleran bagai superstar di sana.

Grup yang sering disebut The Clash versi Jepang ini merupakan panutan grup punk rock dan alternative rock setelahnya dan memulai gerakan punk rock di Jepang yang juga dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat di sana atas ekonomi Jepang yang terjun akibat penggelembungan harga aset.

Sang vokalis Hiroto Koumoto juga menjadi ikon punk rock di Jepang karena mempunyai stage persona yang kharismatik dan selalu bernyanyi dengan gerakan yang aneh seolah seperti orang mabuk atau kejang. Selain mempunyai stage persona yang seperti itu, ia juga populer berkat sering mengeluarkan kata yang ofensif di televisi.

Setelah The Blue Hearts bubar, dua personil yang paling berpengaruh dalam mengembangkan The Blue Hearts dan skena punk rock di Jepang yaitu Hiroto Koumoto dan Masatoshi Mashima (gitar) membentuk band baru bernama The Cro-Magnons.

The Cro-Magnons mempunyai akar musik yang sama dengan The Blue Hearts dan masih memainkan musik punk rock murni dengan sentuhan garage rock yang kuat. hal itu terpancar di lagu ini “Totsugeki Rock” yang hanya berdurasi 2 menitan layaknya lagu punk rock yang cepat dan berdurasi pendek.

“Totsugeki Rock” dibawakan dengan gaya punk rock tradisional yang cepat dan dieksekusi dengan sangat baik lengkap dengan teriakan “Oi!” yang populer di era awal punk rock. Vokal Koumoto masih terdengar sama seperti dulu dan mereka seolah tidak menyerah pada kondisi usia mereka yang sekarang sudah tua.

Meski begitu, justru hal itu membuat “Totsugeki Rock” terlihat matang dan bijaksana tanpa harus mengeluarkan kata yang kasar agar terdengar keren.

Lewat “Totsugeki Rock” Koumoto dan Mashima memberikan pelajaran kepada generasi muda bagaimana membuat lagu punk rock yang baik dan benar tanpa bumbu yang membuatnya menjadi aneh.

Posisi di Chart Oricon: 18

Cek halaman berikutnya untuk melihat lagu apa yang berada di posisi 7 & 6

Share this article

TENTANG PENULIS
Luthfi Suryanda

Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara