Pembahasan Manga Crows Zero II 15: Permulaan Perang Suzuran dan Housen?

Di Crows Zero II 15, SMA Housen tampaknya mengalami konflik internal. Akankah Narumi Taiga memutuskan untuk tetap mengobarkan perang ke Suzuran?

1509966008000

crows zero II 15

Di Crows Zero II 15, SMA Housen tampaknya mengalami konflik internal. Akankah Narumi Taiga memutuskan untuk tetap mengobarkan perang ke Suzuran?

Yep, Crows Zero II memang memiliki adaptasi manga. Namun untuk waktu yang cukup lama, fan translation dari komik yang satu ini sempat menggantung.

Berhubung sekarang terjemahan manga yang satu ini tampaknya mulai rutin, mari kita lihat apa yang terjadi di Crows Zero II 15. Untuk yang sudah nonton filmnya, bandingkan saja apakah kejadian-kejadian menarik di bab ini sama dengan yang kalian temukan saat menyaksikan tayangannya dulu.

1

Rindaman dan Genji

Seperti Bouya Harumichi kemudian, Genji Takiya kebetulan bertemu dengan Rindaman di tempat kerjanya, yakni restoran bento.

Yep, untuk yang belum tahu, kalau Rindaman tidak sekolah (dan ia memang sering membolos) ia bekerja di tempat bento. Kalau ada yang mau mencarinya untuk duel, lebih mudah menemukan dia di sana ketimbang di SMA.


CONTINUE READING BELOW

6 Fakta Genji Takiya, Orang yang Hampir Menguasai SMA Suzuran

Genji Takiya mungkin adalah protagonis Crows X Worst paling populer. Inilah fakta-fakta paling menarik tentang dirinya! Apa saja?


Tapi baik Genji maupun Bouya tidak pernah sampai mengganggu tempat kerjanya demi mengajak bertarung. Itu juga rasanya keputusan tepat, karena Rindaman tampaknya akan luar biasa marah bila tempat kerjanya (yang tidak ada hubungan dengan konflik Suzuran) sampai diganggu.

Meski pendiam dan terlihat dingin, Rindaman sendiri sebenarnya memiliki sisi humor. Kalau yang membeli makanan adalah rivalnya, dia sering menghias bento itu dengan vandalisme trolling.

Dia melakukannya ke Genji di Crows Zero II 15 ini. Dia juga melakukannya kepada Bouya Harumichi sekitar satu-dua tahun setelah kejadian ini.

Masalahnya, sebenarnya ini bukan saat yang tepat bagi Genji untuk bersantai. Bahkan ada urusan yang akan lebih mendesaknya dari Rindaman.

2

Narumi Taiga Mencoba Mengendalikan Housen

Narumi Taiga adalah bos dari SMA Housen untuk generasi ini. Namun sifat santainya tampaknya mulai membuat sejumlah pentolan Housen untuk mengabaikannya dan bertindak sendiri.

Di bab sebelumnya, Matoba Toushi bertindak di luar kehendak Narumi dan mendeklarasikan berakhirnya gencatan senjata antara Suzuran dan Housen. Kali ini dia memimpin rapat untuk mempersiapkan perang tanpa keterlibatan Narumi.

Narumi, sudah mengetahui soal Matoba dari Serizawa, memutuskan untuk menginterupsi rapat tersebut.

Tapi Narumi sendiri menegaskan kalau ia sudah mengincar Suzuran, jadi ia bukan mengincar perpanjangan gencatan senjata. Hanya saja, sebagai bos Housen, ia tidak bisa membiarkan pentolan di bawahnya bergerak sendiri-sendiri.

Matoba tidak bersedia begitu saja diminta mematuhi Narumi. Tampaknya keduanya akan berduel untuk menentukan apa Matoba akan tunduk kepada Narumi atau tidak.

Memperhitungkan Narumi memiliki skill bertarung yang selevel dengan Genji dan Serizawa, Matoba rasanya tidak akan mengalahkan bos yang sudah ia remehkan ini.


CONTINUE READING BELOW

5 Pemimpin Terbaik SMA Housen dari Crows X Worst

Kalau sebelumnya Duniaku.net sudah membahas pemimpin terbaik SMA Suzuran dan Front of Armament, kini giliran sekolah terkuat Crows X Worst lain: SMA Housen!


Kalau kamu tahu cara kerja Housen, kamu pasti tahu kenapa Narumi ingin menegaskan kedudukannya sebagai bos di Crows Zero II 15 ini. Tidak seperti Suzuran yang tidak pernah punya pemimpin hingga era Tsukishima Hana, Housen selalu bertindak seperti tentara, dengan hirarki bos yang sangat jelas.

Bila mereka memang harus berperang dengan Suzuran, maka Housen harus bergerak sebagai satu unit. Itu pun mereka belum dijamin akan menang.


Jadi, bagaimana reaksi Genji soal konflik yang memanas ini? Lanjutan pembahasan Crows Zero II 15 bisa kamu simak di halaman kedua!

Share this article

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.