Suka Bikin Konten Receh? Hati-Hati Direkrut Sama Perusahaan Besar!

Belakangan ini lagi banyak banget institusi swasta maupun negeri yang memanfaatkan konten receh sebagai alat engagement. Sadarkah kamu kalau konten receh itu sebenarnya punya manfaat yang sangat besar? Okay, berhubung belakangan ini sedang banyak banget institusi swasta maupun negeri yang memanfaatkan konten receh, hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama. Bagaimana mungkin entitas selevel institusi menelurkan […]

1512716417000

meme shitposting marketing

Belakangan ini lagi banyak banget institusi swasta maupun negeri yang memanfaatkan konten receh sebagai alat engagement. Sadarkah kamu kalau konten receh itu sebenarnya punya manfaat yang sangat besar?

Okay, berhubung belakangan ini sedang banyak banget institusi swasta maupun negeri yang memanfaatkan konten receh, hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama.

Bagaimana mungkin entitas selevel institusi menelurkan konten “murah” untuk berkomunikasi? Memangnya mereka tidak punya graphic designer yang lebih bagus? Kenapa harus konten receh? Ini penistaan terhadap desain–

Oke, kita stop pertanyaannya sebelum bahasan penistaan berubah menjadi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Monas.

Kita langsung lihat kasus saja. Beberapa waktu lalu, Go-Jek diketahui membuat baliho yang berisi cerita receh ala fan fiction di status Facebook. Daripada bingung membayangkan, langsung kita lihat fotonya di bawah ini.

meme shitposting marketing

Baliho Go-Jek yang “Edan”

Coba pikirken, perusahaan sebesar Go-Jek kok mau-maunya membuat baliho “murahan” kayak begitu? Memangnya mereka tidak punya ide desain yang lebih menarik, apa?

Pertanyaan semacam ini tidak bisa kita jawab dengan serampangan, meskipun sebenarnya bisa saja kita menjawab, “Go-Jek mau menghemat dana marketing dengan efek yang besar.”

Tetapi tidak begitu saja. Kita akan membahasnya secara detail agar para pelaku kreatif mengerti jalan pikiran Go-Jek dan beberapa institusi lain yang menggunakan metode serupa.

Kamu suka bikin konten receh? Siap-siap kebanjiran profesi setelah membaca ulasan berikut!

1

Sebentar, Sebentar! Konten Receh Itu Apa!?

meme shitposting marketing

Sumber: TheThings

Ah, ya. Mungkin tidak semua orang mengetahui apa itu konten receh.

Konten receh ini sebenernya memiliki banyak nama. Kita menyebutnya konten receh karena memang effort pembuatannya murah dan mudah.

Mudah karena inspirasinya bisa bersumber dari pengalaman sehari-hari. Murah karena tidak memerlukan desain yang advanced dan bisa menggunakan materi-materi yang sudah ada di berbagai tempat.

Jika masih ada yang belum mengerti, salah satu varian konten receh ini adalah meme. Menurut situs Know Your Memeinternet memes atau disingkat meme merupakan segala sesuatu (gambar, tulisan, ungkapan) yang menyebar di berbagai macam platform internet, seperti media sosial, e-mail, forum, atau image board.

Meme biasanya digunakan untuk menunjukkan tren tertentu. Dalam perkembangannya, meme dibuat dengan menumpukkan gambar yang sudah tersedia di internet dengan berbagai macam tulisan yang dikehendaki oleh kreatornya.

Varian konten receh lainnya adalah shitpost. Menurut Wikipediashitpost sebenarnya istilah yang berasal dari konten berkualitas rendah dan digunakan untuk membuat fokus diskusi di sebuah forum menjadi buyar.


CONTINUE READING BELOW

Ribut Soal Karya Ori, Fanart, dan Bootleg, Faktanya Mengejutkan!

Beberapa waktu lalu, jagat maya Indonesia sempat dihebohkan dengan pembicaraan soal intellectual property, fan art, dan bootleg. Ini pembahasannya!


Akan tetapi, menurut The Daily Dot, perusahaan media di Inggris, shitpost kini telah berubah menjadi suatu jenis “provokasi” yang didesain dengan upaya minimum untuk mencapai pengaruh maksimum.

Setelah memelajari beberapa varian konten receh ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa konten receh adalah konten yang dibuat dengan harga yang murah, usaha yang minimal, dan didesain untuk mencuri perhatian banyak orang.

2

Hubungan Antara Konten Receh dan Baliho Go-Jek

meme shitposting marketing

Sumber: Reddit

Zaman berubah, metode promosi pun berubah. Begitulah kenyataannya.

Konten receh boleh jadi dianggap murahan. Shitty. Tidak ada value yang jelas. Padahal, kalau kita memerhatikan, konten receh punya efek dan tujuan yang sama: menjaring perhatian banyak orang.

Melihat dari kebiasaan tersebut, maka tidak terasa benar jika konten receh hanya bertebaran di media sosial sebagai jokes yang datang dan pergi. Sejumlah orang dari institusi ternama pun menaikkan kelas konten receh ke tingkat yang lebih serius.


CONTINUE READING BELOW

Ingin Industri Kreatif Berkembang? Belajar Jualan Karya, Yuk!

Jualan mungkin bukan sebuah istilah yang menarik bagi sebagian orang. Akan tetapi, bagaimana jika kita bicara soal omzet ratusan juta perbulan? Ngiler, deh!


Konten receh naik kelas menjadi alat marketing.

Oh my God! Jadi alat marketing?

Yep, benar. Ternyata ada beberapa perusahaan menyadari potensi tersembunyi dari konten receh untuk kegiatan promosi mereka. Mereka sadar jika ada orang yang bisa memanfaatkan konten receh dengan baik, maka potensi keuntungannya–baik materi maupun non-materi–juga besar.

Itulah kenapa, kalau di luar negeri, perusahaan berlomba-lomba membuat konten receh.

Ambil contoh screenshot saya di atas. Lime-A-Rita, sebuah perusahaan minuman di Amerika Serikat, mereka membuat konten Twitter menggunakan referensi meme Doge. Jika kamu termasuk pelaku kreatif dan aktif berselancar internet, kamu pasti tahu referensi caption di atas.

Bagaimana dengan hasilnya? Viral. Padahal, konten-konten lain yang dibuat oleh Lime-A-Rita jarang bisa sampai menjadi viral.

Gambar di atas dinilai tidak memerlukan desain yang terlalu advanced. Konsepnya sederhana, caption pun sederhana, tetapi bisa “meledak”.

Oke, kamu mungkin belum puas. Bagaimana dengan contoh yang satu ini?

meme shitposting marketing

HipChat Terang-Terangan Memakai Meme dalam Beriklan. Sumber: hubspot

Meme “Y U NO … ” adalah salah satu konten receh paling populer di internet. Bahkan, kamu yang jarang berinteraksi dengan meme saja mungkin pernah melihat konten semacam ini satu atau dua kali.

Sekarang mari kita bayangkan: HipChat, salah satu aplikasi chat raksasa yang dikembangkan oleh Atlassian menggunakan konten receh untuk dipasang di billboard. 

Orang yang terbiasa melakukan aktivitas marketing konvensional mungkin akan merasa malu melihat iklan HipChat di atas. Akan tetapi, iklan tersebut ternyata memiliki harga yang sangat murah dengan efek yang jauh melampaui ekspektasi pembuatnya.

Sejak HipChat membuat iklan “murahan” tersebut, mereka diliput oleh media besar TechCrunch, mendapatkan trafik search organik yang sangat masif, dan tentu saja … pelanggan baru.

Jadi, dari cara berpikir tersebut, sekarang kita tahu apa yang dipikirkan Go-Jek saat mereka memasang baliho dengan curhatan ala status Facebook sebagaimana yang telah dipaparkan di awal.

It’s all about marketing.


Lanjut ke halaman berikutnya, guys

TENTANG PENULIS
Subject 09 Lite

Subject 09 Lite adalah singkatan dari Subject 09 Literature. Kami menyediakan bahan bacaan bermanfaat untuk mendorong kreativitas para kreator lokal. Motto kami adalah Care the Creativity, yang berarti kami peduli pada pertumbuhan kreativitas Indonesia. www.subject09.web.id