Konten Receh jadi Tren Marketing? Profesi Desainer Grafis Gimana?

Belakangan ini konten receh sedang banyak digunakan oleh berbagai institusi sebagai alat marketing. Terus, bagaimana dengan masa depan desainer grafis?

 receh graphic design desain grafis marketing meme

Kita tahu, belakangan ini konten receh sedang banyak digunakan oleh berbagai institusi sebagai alat marketing. Terus, bagaimana dengan masa depan desainer grafis?

Saban hari, kita telah membahas “kehebatan” konten receh dalam dunia marketing. Saking hebatnya, bahkan perusahaan besar sekelas Go-Jek, Taco Bell, dan Atlassian pun menggunakan konten receh untuk promosi.

Kenyataan ini tentu membuat sejumlah orang gerah, khususnya dari kalangan desainer grafis. Sebab, jika semua orang berpikir sama seperti Go-Jek, lantas siapa yang mau menggunakan jasa desain grafis?

Masa depan desain grafis pun berada di ujung tanduk, paling tidak begitulah persepsi sejumlah orang.

Pertanyaannya adalah benarkah eksistensi desain grafis akan tergerus oleh perubahan ekstrem industri dalam memanfaatkan konten receh? Sepertinya tidak sesederhana itu.

Meskipun konten receh telah berkembang menjadi kebutuhan orang banyak, tetapi keberadaan desain grafis tetap takkan tergantikan.

Mengetahui kenyataan ini, kamu yang berprofesi sebagai desainer grafis bisa mengembuskan napas lega sekarang. Sebab, ternyata konten receh dan desain grafis punya tempat dan momennya masing-masing.

Mari kita ulas.

1

Manfaat dan Kelebihan Desain Grafis

receh graphic design desain grafis marketing meme

Sumber: Linkedin

Desain grafis merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, khususnya dalam kehidupan berbisnis. Tanpa keberadaan desain grafis, perusahaan mana pun akan kesulitan untuk memerkenalkan visi dan misi maupun produknya kepada orang lain.

Jangankan untuk perusahaan, bahkan ketika kita melakukan presentasi tugas besar di depan guru atau dosen pun kita bersentuhan langsung dengan desain grafis, lho.

Mengapa demikian?

Hal ini karena materi desain grafis identik dengan persoalan persepsi, pencitraan, dan komunikasi.

I-itu apaan gan maksudnya?

Intinya, tiga poin tersebut sangat penting untuk membangun jati diri sebuah produk atau karya. Tanpa ketiganya, produk atau karya akan menjadi sesuatu yang sulit dipahami atau bahkan tidak dipahami sama sekali tujuannya.


CONTINUE READING BELOW

Ribut Soal Karya Ori, Fanart, dan Bootleg, Faktanya Mengejutkan!

Beberapa waktu lalu, jagat maya Indonesia sempat dihebohkan dengan pembicaraan soal intellectual property, fan art, dan bootleg. Ini pembahasannya!


Sebagaimana yang dilansir pada situs Binus University, desain grafis ini ada untuk memudahkan orang bertukar informasi, serta membuat informasi menjadi lebih menarik, ringkas, dan nyaman untuk dicerna.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa desain grafis bukanlah cabang ilmu kecil-kecilan yang bisa kita pandang sebelah mata, tetapi merupakan cabang ilmu komunikasi tingkat tinggi yang dibutuhkan banyak orang.

Bayangkan saja, misalnya kamu disuruh meringkas materi marketing yang tadinya berjumlah 10 halaman menjadi satu lembar infografis atau gambar. Kamu pasti akan berpikir setengah mati, bagaimana caranya?

receh graphic design desain grafis marketing meme

Contoh Desain Grafis yang “Cool” untuk Infografis. Sumber: Paper Leaf Design

Nah, di saat kamu pusing tujuh keliling untuk meringkasnya, para desainer grafis mungkin telah menemukan solusinya. Sebab, memang itulah tugas desainer grafis: mengemas informasi secara efisien dan efektif.

2

Desain Grafis dan Konten Receh Punya Momen dan Tempat

Meskipun konten receh terbukti sanggup memancing perhatian banyak orang dengan ke-absurd-annya, tetapi bukan berarti kita bisa menggunakan konten receh terus-menerus sebagai alat marketing.

Ada kalanya kita perlu desain yang lebih serius untuk menjaring perhatian pihak-pihak tertentu.

Konten receh memang tepat dan efektif jika kita gunakan untuk menarik perhatian pengguna media sosial atau pengguna jalan di sebuah kawasan modern tempat meme berkembang, tetapi apakah tepat jika kita gunakan kepada orang yang posisinya “lebih tinggi” pada situasi yang lebih resmi?


CONTINUE READING BELOW

Suka Bikin Konten Receh? Hati-Hati Direkrut Sama Perusahaan Besar!

Belakangan ini lagi banyak banget institusi swasta maupun negeri yang memanfaatkan konten receh sebagai alat promosi. Konten receh ternyata sehebat itu!?


Atau, apakah tepat jika kita membuat iklan dengan konten receh di sebuah televisi yang menjadi rujukan para pejabat dan pebisnis?

Atau, apakah tepat jika kita membuat brosur atau spanduk sosialisasi menggunakan konten receh?

Atau, katakanlah kamu disuruh membuat slide presentasi untuk ditunjukkan di depan para direktur. Apakah menurutmu etis mengeluarkan konten receh di hadapan para sosok “besar” seperti ini?

Tentu tidak.

Dalam situasi B2B (business-to-business), B2G (business-to-government), atau situasi marketing lain yang lebih resmi, kita tetap memerlukan kemampuan desainer grafis yang sanggup mengemas informasi secara ringkas, menarik, namun tetap terkesan formal.

Kamu bisa memerhatikan tips pembuatan company profile yang dirancang oleh situs Kamarupa ini. Pada tips tersebut, company profile didesain untuk terlihat santai, namun tetap punya kesan resmi. Hal ini tentu akan menyenangkan pihak bisnis yang membaca compro ini.

Dari contoh dan penjelasan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa desain grafis adalah cabang ilmu yang takkan pernah lekang oleh zaman.

Sekalipun konten receh sedang naik daun, tak berarti keberadaan desain grafis akan tergerus begitu saja. Konten receh punya tempat, desain grafis pun punya tempat. Tidak ada yang tersingkirkan oleh satu sama lain.


Lanjutan pembahasan ini bisa kamu cek di halaman kedua!

TENTANG PENULIS
Subject 09 Lite

Subject 09 Lite adalah singkatan dari Subject 09 Literature. Kami menyediakan bahan bacaan bermanfaat untuk mendorong kreativitas para kreator lokal. Motto kami adalah Care the Creativity, yang berarti kami peduli pada pertumbuhan kreativitas Indonesia. www.subject09.web.id