Ingin Jadi Penulis Novel Action, tapi Bacanya Komik? Tetap Bisa, Ini Tipsnya!

Suka genre action tapi lebih suka menuangkan ide cerita lewat novel daripada komik? Bisa kok! Pelajari tips-tips berikut!

1513751417000

novel komik action james bond jason bourne the raid

Kamu menyukai genre action dan lebih suka menuangkan ide cerita lewat novel daripada komik? Bisa kok! Pelajari tips-tips berikut, yuk!

Jika kamu termasuk penikmat komik Indonesia, sepertinya sudah tak asing jika kamu melihat screenshot komik laga bertebaran di linimasa media sosialmu.

Komikus-komikus milenial (kelahiran 1980-2000) Indonesia memang cukup banyak menggemari genre ini, seperti Alex Irzaqi, Suryo Laksono, Is Yuniarto, bahkan Sweta Kartika. Bahkan, komikus generasi lama pun banyak yang menggeluti tema laga, seperti Harya Suraminata (Hasmi) dan Widodo Noor Slamet.

Ya, genre action adalah salah satu genre yang paling digandrungi di dunia perkomikan. Biasanya ditujukan untuk audiens laki-laki. Tipe komik seperti ini biasanya tidak berdiri sendiri, namun lebih sering dikemas dengan subgenre lain, seperti subgenre superhero, silat, atau bahkan perwayangan.

novel komik action james bond jason bourne the raid

Shonen Jump, Kompilasi Populer Komik Action di Jepang. Sumber: Reddit

Kenapa genre action disukai? Sebagaimana orang-orang menyukai komik shonen Jepang, pada dasarnya genre action disukai karena dua hal, yakni 1) karena ceritanya berkaitan erat dengan perjuangan hidup dan 2) karena visualisasi adegan tarungnya sangat memanjakan mata.

Akan tetapi, menjadi kreator fiksi action tak terbatas pada format komik saja. Ada banyak format lain yang belum kita rambah, salah satunya adalah novel.


CONTINUE READING BELOW

Pembahasan Boruto Episode 38: Duel Tim Boruto Versus Mirai Sarutobi!

Di Boruto episode 38, Boruto, Mitsuki, dan Sarada harus berduel melawan Mirai Sarutobi! Tapi kenapa? Apakah mereka bisa menang?


Lihat kenyataan, tak semua orang punya kemampuan dan keinginan untuk menuangkan ide cerita ke dalam format komik. Lantas, apa yang harus kita lakukan jika ternyata kita lebih suka berkarya lewat media novel?

Jangan risau. Beberapa tips ini mungkin bisa membantu kamu menerawang kehidupan sebagai penulis novel action.

1

Novel Action Sebenarnya Sudah Ada Sejak Lama, Masalahnya ...

novel komik action james bond jason bourne the raid

Novel Action Legendaris, 007 (James Bond). Sumber: popculture-y

Kamu tidak perlu khawatir. Novel action itu bukan barang baru.

Novel action adalah salah satu jenis literatur yang sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya. Tanyakan kepada penyuka genre ini, mereka tentu akan mampu menyebutkan satu-persatu judul novel lokal maupun internasional yang mendedikasikan dirinya pada tema laga.

Dari luar negeri, kita bisa melihat judul-judul populer seperti 007 (James Bond), Jason Bourne, Harry Potter, Divergent, The Hunger Games, dan lain-lain. Semuanya termasuk novel action. Daftarnya masih panjang, yang kami sebutkan hanya segelintir saja.

Bagaimana dengan Indonesia? Oh, Indonesia juga punya novel action yang terkenal, lho. Katakanlah seperti Tujuh Manusia Harimau dan Wiro Sableng. Dua judul ini termasuk novel action Indonesia terbaik lintas zaman, bahkan di-remake ulang menjadi film modern.

Oleh karenanya, argumenmu invalid jika kamu mengatakan bahwa novel action adalah jenis fiksi yang edgy dan kurang populer.

Permasalahan novel laga yang sebenarnya bukan di ranah popularitas, tetapi jumlah penulis action milenial–khususnya dari Indonesia–yang terlihat semakin berkurang. Hal ini yang mengkhawatirkan, sebab kelestarian novel action bisa semakin tergerus dan semakin jauh tertinggal oleh genre-genre lainnya.

novel komik action james bond jason bourne the raid

Salah Satu dari Segelintir Novel Action Legendaris di Indonesia. Sumber: Bukalapak

Hal ini selaras dengan pemaparan pada Blog Detik, yang mengatakan bahwa Indonesia memang kekurangan penulis action dan lebih fokus pada cerita-cerita personal maupun drama percintaan.

Kita, kreator Indonesia, sepertinya memang sudah saatnya mengakui bahwa kita kekurangan Montinggo Busye (Tujuh Manusia Harimau) dan Bastian Tito (Wiro Sableng) generasi baru. Dan sudah sepatutnya mengakui bahwa kita juga kekurangan Ian Fleming (James Bond) dan Robert Ludlum (Jason Bourne) versi tanah air.

Dengan adanya fakta ini, kami harap kamu bisa menjadi penulis novel action milenial yang akan mengharumkan nama Indonesia suatu hari kelak. Untuk tahu lebih jauh, ayo kita lanjut ke bahasan berikutnya yang lebih serius!

2

Lebih Banyak Baca Komik Sebagai Referensi? Tak Masalah, Tetapi ...

novel komik action james bond jason bourne the raid

Sumber: PinArt

Kak, aku lebih suka baca komik, tapi pengennya bikin novel. Gimana, dong!?

Pertanyaan di atas cukup umum kita temui di kalangan kreator milenial pemula. Kenyataan tersebut tampak ironis bagi sebagian orang. Mau bikin novel, tapi kiblatnya kok ke komik? Nggak nyambung, keleus!

Tetapi, benarkah seironis itu?


CONTINUE READING BELOW

Suka Bikin Cerita? Sini, Belajar Cara Bikin Dialog yang Menarik!

Membuat dialog dalam penceritaan adalah salah satu poin yang gampang-gampang susah. Terus, bagaimana cara bikin dialog yang menarik? Simak di sini!


Sebenarnya, mengambil komik sebagai sumber inspirasi maupun referensi bukanlah hal yang salah. Apalagi, komik masih termasuk ke dalam salah satu jenis literatur populer di industri kreatif. Tak perlu risau, pada dasarnya sumber inspirasi dan referensi itu bisa datang dari mana saja, kok.

Yang jadi masalah adalah ketika kita terlalu banyak menyuntikkan cara bercerita komik ke dalam novel. Padahal, meskipun terbilang “bersaudara”, novel dan komik punya prinsip-prinsip yang berbeda. Audiensnya pun berbeda. Artinya, kamu harus sadar bahwa ada hal-hal yang tidak sama antara komik dan novel.

Bingung? Kita bikin contoh kasus saja, ya.

Kita ambil Dragon Ball Z sebagai contoh. Komik legendaris ini banyak memasukkan adegan perkelahian antarkarakter. Bahkan, adegan pertarungan melawan satu musuh pun bisa dikemas dalam puluhan chapter. Bayangkan, puluhan chapter.

Sekarang, bayangkan jika kamu harus menerjemahkan rentetan adegan pertarungan itu ke dalam novel. Apakah audiens akan tertarik membaca kumpulan teks tentang pertukaran tinju, jurus, dan tendangan … katakanlah sebanyak 20 halaman tanpa henti?

Secara umum, membaca adegan laga dalam bentuk teks sebanyak puluhan halaman berturut-turut akan membuat pembaca merasa kebosanan. Inilah salah satu perbedaan novel action dengan komik action yang paling siginifikan.

novel komik action james bond jason bourne the raid

Contoh Adegan Laga Sederhana dalam Novel. Sumber: Vampire Guardian Angels

Dari penjelasan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak sama antara cara bercerita komik dan novel. Sumber referensi memang bisa dari mana saja, tetapi teknis pembuatannya tentu berbeda.


TIPS: Mengingat bahwa teknis pembuatan novel dan komik berbeda, alangkah baiknya jika para penulis muda mulai membiasakan diri membaca karya-karya literatur ringan. Kamu bisa memulainya dari jenis novel yang paling ringan seperti teenlit atau light novel.

Selain itu, kamu juga bisa melatih kemampuan menulismu secara efektif dengan membaca berita dari situs lokal ternama seperti Kompas atau Liputan 6. Jika kebetulan ceritamu termasuk cerita action, kamu bisa belajar dari berita-berita kriminal saat memaparkan kronologi kejahatan.


Semakin penasaran? Simak pembahasan selanjutnya, yuk!

TENTANG PENULIS
Subject 09 Lite

Subject 09 Lite adalah singkatan dari Subject 09 Literature. Kami menyediakan bahan bacaan bermanfaat untuk mendorong kreativitas para kreator lokal. Motto kami adalah Care the Creativity, yang berarti kami peduli pada pertumbuhan kreativitas Indonesia. www.subject09.web.id