Tukang Ngibul! Ini Dia 7 Kebohongan Trailer Film yang Ngeselin Kita!

Kzl gak sih, dibohongin trailer film?

1513918833000

kebohongan trailer film

Kebohongan trailer film seringkali membuat kita berekspetasi berlebihan, tapi pas kita menyaksikan filmnya malah jadi kecewa. Apa saja kebohongan trailer film yang suka muncul?

Trailer film biasanya menjadi ujung tombak sebuah promosi film. Menarik tidaknya sebuah film diawali dari apa yang ditampilkan pada sebuah trailer film. Namun, seringkali film trailer sangat berbeda dengan filmnya, dan kebohongan trailer film ini bisa membuat penonton kecele.

Tentunya bukan berarti sebuah trailer film ingin menipu penontonnya. Sebuah trailer ataupun sarana promosi lainnya ditujukan untuk menarik minat penonton. Salah satunya memang bisa dilakukan dengan mengulik trailer film yang ditampilkan—toh, dari awal tidak ada janji terikat antara konten trailer dengan penontonnya yang harus ditepati.

Namun tentunya sebuah trailer tidak bisa melenceng jauh dari filmnya juga. Jika terjadi seperti itu, maka kritik dan protes dari penonton bisa membuat penilaian pada film tersebut menjadi buruk akibat kebohongan trailer film.

Walaupun begitu, dibohongi trailer film tentu membuat kita kesal. Beberapa hal berikut menunjukkan kebohongan trailer film yang biasa muncul dalam promosi mereka. Apa saja ya kebohongan trailer film yang sering muncul?

Adegan mimpi yang seolah jadi beneran

Sebagai fan, kita mengharapkan apa yang muncul di trailer film juga muncul di filmnya. Walaupun beneran muncul, namun ternyata kadang adegan aslinya hanya merupakan mimpi, imajinasi, atau halusinasi.

Tentunya adegan mimpi kadang dibuat mengagetkan, misalnya pada Avengers Age of Ultron ada adegan superhero terkapar bahkan tameng Captain America pecah. Namun, di filmnya sendiri itu merupakan halusinasi dari Tony Stark karena rekayasa pikiran oleh Scarlet Witch.

Atau ketika Batman topengnya dibuka oleh Superman jahat yang ternyata itu adalah adegan knightmare. Adegan ini walaupun berupa ramalan, namun kepastiannya jadi bias karena hanya berupa peringatan untuk Batman.

Kita sebagai fans tadinya mungkin menerka apa yang terjadi jika tameng Captain America beneran hancur. Atau ketika Superman membuka identitas Batman maka ada konsekuensi dari hal tersebut. Sayangnya itu semua hanya adengan imajinasi belaka.

Menampilkan adegan mimpi di trailer film seperti ini bisa menarik bagi penonton, namun akhirnya jadi membuat kecele. Secara teknis, pembuat film sebenarnya tidak melakukan hal bermasalah, karena toh adegan ini beneran muncul di filmnya -walaupun jadinya tidak penting karena hanya berupa mimpi.

Adegan trailer apa lagi ya, yang menampilkan adegan yang cuma hanya mimpi saja?

Seolah jadi tokoh utama tahunya perannya kecil

Kebohongan trailer film lainnya antara lain menampilkan karakter yang dipromosikan berlebihan. Tapi ternyata di filmnya sendiri, dia cuma jadi karakter pendukung yang bahkan tampil hanya sebentar.

Contoh dari kasus ini adalah Angel di X-Men Last Stand. Angel dipromosikan seolah-olah menjadi salah satu karakter penting. Bahkan di poster promonya ia mengenakan kostum X-Men. Padahal di film aslinya ia hanya muncul dalam tiga adegan. Bahkan ia tidak pernah bergabung dengan X-Men.

Atau ketika Star Wars The Force Awakens menampilkan Captain Phasma seolah menjadi salah satu main villain. Namun kenyataannya ia tampil sangat sedikit di Star Wars The Force Awakens.

Trik trailer seperti ini biasanya untuk memancing fans dari karakter atau aktor/aktris tertentu. Dengan tokoh yang ditampilkan berlebihan membuat orang tertarik datang ke bioskop. Namun bisa jadi ini akan membuat penonton kecele melihat film yang sebenarnya.

Adegan trailer apa lagi ya, yang memunculkan karakter seolah tokoh utama, namun ternyata hanya jadi tokoh pendamping?

Menampilkan pose tokoh perempuan terlalu vulgar tapi tidak penting buat filmya

Tony Stark terpesona melihat kemunculan sekretaris barunya, Natasha Romanoff. Ia naik ke ring dengan pose yang cukup menggoda. Atau beberapa adegan Stark Expo yang menampilkan tarian perempuan berkostum Iron Man.

Adegan di trailer Iron Man 2 ini tidak signifikan terhadap filmnya, namun tetap saja ini tampil di trailer-nya. Tentunya, dengan tujuan menggugah minat lelaki untuk menyaksikannya.

Barangkali batasan kepantasan pose perempuan ini cukup bias, namun menampilkan perempuan untuk menarik minat penonton—padahal sebenarnya tidak signifikan pada filmnya—bisa menimbulkan hal-hal yang berbau diskriminatif.

Adegan trailer apa lagi ya, yang terlalu menonjolkan perempuan padahal tidak signifikan dengan filmnya?

Lanjut ke halaman 2!

TENTANG PENULIS
totolee

Seorang pekerja teks komersial