Review Inuyashiki: Sebuah Makna Tentang Pahlawan Sejati

Inuyashiki hadir dengan pendekatan tokoh yang benar-benar berbeda. Apakah kualitasnya sebagus konsep yang diusung manganya? Simak ulasannya!

inuyashikiInuyashiki hadir dengan pendekatan tokoh yang benar-benar berbeda dari kebanyakan anime lainnya. Bayangkan saja, protagonis dimunculkan sebagai figur bapak-bapak paruh baya dengan kekuatan super. Apakah kualitas ceritanya sebagus konsep anti-mainstream yang diusung?

Sinopsis

Anime yang diadaptasi dari manga karya Hiroya Oku ini bercerita tentang seorang pria paruh baya bernama Inuyashiki Ichiro. Ia divonis menderita kanker dan hidupnya hanya akan bertahan kurang dari setahun. Di tengah keputusasaannya, tiba-tiba ia mendapat kekuatan baru sebagai seorang cyborg dengan teknologi tingkat tinggi.

Dengan kekuatan barunya, sang protagonis memutuskan untuk menolong banyak orang dan menegakkan keadilan. Di saat yang sama, seorang pemuda bernama Shishigami Hiro juga mendapat kemampuan yang serupa. Namun, ia justru menggunakannya untuk membunuh semua orang demi kesenangan semata.

Tak pelak, sebuah pertarungan antar kebaikan dan kejahatan kembali meletus di antara mereka. Mampukah ia menghentikan Shishigami?

Plot yang Didominasi Antagonis


CONTINUE READING BELOW

Wah, Gadis Anime Sekarang Bisa Diciptakan Oleh AI!

Bagi mereka yang senang anime, bisa membuat gadis anime sendiri mungkin adalah sebuah impian. Sekarang, ada website yang bisa membantu dalam hal tersebut.


Meskipun judul animenya mengambi nama protagonis, alur ceritanya justru didominasi oleh tokoh antagonis. Bisa dibilang, jalan ceritanya lebih berfokus ke asal mula seseorang bisa menjadi jahat. Dari bagaimana Shishigami bisa menguasai kekuatannya dengan mudah sampai dia mengacaukan seluruh kota dengan membantai semua orang yang dianggap telah menyakiti hati ibunya.

Jatah protagonisnya sendiri bisa dibilang malah lebih sedikit. Jika kita lihat tiap episodenya, semua judul yang digunakan adalah nama-nama karakter yang lebih dekat ke antagonis daripada protagonis sendiri. Jadi bisa dibilang, plotnya sendiri menggunakan pendekatan dari sisi antagonis yang ironisnya memakai nama “pahlawan (Hiro)” .

Tentunya, penulis sedikit menyayangkan mengapa karakter sebagus Ichiro justru malah kalah dari segi jatah tampil. Padahal, ia sendiri juga memiliki banyak sisi lain yang bisa dieksplor sebagai seorang pahlawan. Pengalaman dalam mengendalikan kekuatannya justru menjadi bahan material cerita yang tentunya lebih bagus.

Penggalian Karakternya Lebih Intens dan Manusiawi

Yang membuat anime ini berbeda adalah bagaimana Inuyashiki tidak melulu tentang pahlawan yang akan selalu siap bertempur melawan penjahat. Ia juga bercerita bagaimana proses perkembangan keduanya dan alasan yang mengharuskan mereka melakukan apa yang mereka yakini.

Di sini, kita seolah dihadapkan pada dua pilihan sulit: apakah kita lebih baik menjadi pahlawan tanpa tanda kehormatan atau menjadi penjahat yang membantai orang-orang berhati busuk? Semua yang dilakukan baik protagonis maupun antagonis sama-sama memiliki dasar tersendiri.

Dari anime inilah, kita juga mengetahui bahwa sebenarnya masyarakat bisa menjadi penjahat sesungguhnya dalam cerita ini. Kita akan dibuat kagum dengan alasan sang protagonis membiarkan para yakuza tetap hidup dengan kondisi buta dan lumpuh sebagai bentuk hukuman mereka.

Kita juga bisa memaklumi alasan antagonis membantai semua warganet karena kelakuan mereka yang membuat ibu tercintanya bunuh diri. Di situlah letak keunikannya, kita tak hanya bersimpati pada protagonis, tapi juga pada antagonis.


Grafis 3D seolah menjadi kutukan bagi setiap anime yang sudah identik dengan 2D. Benarkah campuran 3D dan 2D membuatnya terlihat jelek? Klik halaman selanjutnya!

Share this article

TENTANG PENULIS
Guntomo

Guess what?