Review The Killing of a Sacred Deer: Film Horor Absurd yang Sangat Intens

Sutradara The Lobster, Yorgos Lanthimos, kembali bersama Colin Farrel untuk menyajikan film horor absurd yang sangat mencekam. Baca review-nya di sini!

1514712632000

The Killing of a Sacred Deer

Sutradara The Lobster, Yorgos Lanthimos, kembali bersama Colin Farrel untuk menyajikan The Killing of a Sacred Deer. Baca review-nya di sini!

Sinopsis

Steven Murphy adalah dokter bedah di rumah sakit ternama. Dia memiliki rumah bagus, istri cantik, dan dua anak yang berprestasi. Secara keseluruhan, kehidupannya bisa dibilang sangat bagus.

Di awal film, Murphy juga diam-diam sering berinteraksi dengan remaja aneh bernama Murphy. Tapi semakin lama, terlihat kalau remaja ini mungkin bukan mendekati Murphy karena tertarik dengan kedokteran.

Saat anggota keluarga Murphy mulai menderita penyakit misterius, kewarasan Murphy pun diuji. Mampukah ia melakukan tindakan ekstrem untuk menyelamatkan mereka semua?

Horor Absurd yang Sangat Intens

Film ini dibuka dengan visual eksplisit jantung yang berdenyut-denyut dalam operasi, diiringi oleh lagu Franz Schubert.

Pembukaan ini saja sudah membangun mood yang pas untuk penonton. Setelah itu, filmnya terasa menegangkan dan mencekam… bahkan meski belum terjadi apa-apa.

The Killing of a Sacred Deer sendiri tentunya bukan film untuk semua orang. Ketimbang menyajikan horor lewat hantu yang jelas-jelas nyata, film ini lebih menonjolkan ketegangan di dalam keluarga saat mereka menghadapi masalah yang luar biasa.

Ya, bisa dibilang pada dasarnya ini adalah film tentang keluarga. Juga tentang ego. Bagian awal film memperkenalkan kamu dengan semua anggota keluarga Murphy, mulai dari sang ayah, sang ibu, hingga kedua anaknya.

Saat dihadapkan pada situasi sulit, apa yang akan orang-orang ini lakukan? Akankah ada di antara mereka yang tega mengorbankan diri untuk menyelamatkan yang lain? Ataukah mereka akan saling mencoba mengumpankan yang lain untuk bertahan hidup? Dengan konflik seperti itu, penonton yang sudah berkeluarga mungkin akan merasa tidak nyaman menyaksikan apa yang terjadi.

Film ini sudah rilis di Amerika sejak 20 Oktober. Sinopsis lengkapnya sudah tersaji di Wikipedia sejak lama. Penulis bahkan sudah membacanya dulu untuk persiapan menonton.


CONTINUE READING BELOW

Rupanya Begini Thanos Kalah di Alur Komik Infinity Gauntlet! Cukup Konyol!

Saat Thanos memegang Infinity Gauntlet, dia mampu mengalahkan semua tokoh Marvel. Lalu gimana Thanos kalah? Ini pembahasannya!


Apakah itu membantu? Hebatnya sih tidak. Mengetahui spoiler dari awal hingga akhir justru membuat pengalaman menonton film ini semakin mencekam. Rasanya seperti menyaksikan kecelakaan mengerikan yang sama dua kali, secara perlahan-lahan.

Jadi, yah, meski kamu sudah membaca spoiler film ini pun penulis yakin tak masalah untuk tetap menontonnya. Film ini masih bisa mengguncangmu.

Musik Latar yang Membangun Mood

Kalau kamu menonton The Killing of a Sacred Deer, konflik dan ending dari film ini rasanya tidak akan mudah kamu lupakan. Adegan-adegannya bisa jadi akan membekas lama di kepalamu.

Selain itu, hal lain yang pasti akan membekas di benakmu ya musik latarnya. Pilihan musik untuk film ini benar-benar bagus. Gemuruh atau pekikan dari biola, yang terkadang diputar dengan sangat-sangat keras, bisa membuat bulu kudukmu berdiri.

Salah satu sampel yang bisa kamu dengarkan lagi ada di bawah ini.

Dengan kualitas musik seperti ini, tidak masalah sebagian besar adegan disajikan dalam penerangan yang bagus, bukannya kegelapan malam. Masalah supernatural aneh yang dialami oleh keluarga Murphy tetap terasa menakutkan.


Lanjutan pembahasan The Killing of a Sacred Deer bisa kamu baca di halaman kedua!

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.