Rupanya Ini Alasan Pembuat Blade Runner Kesal dengan Blade Runner 2049!

Sang pembuat asli dari Blade Runner yaitu Ridley Scott merasa sangat kesal dengan film terbaru dari Blade Runner berjudul Blade Runner 2049. Kenapa ya?

Sang pembuat asli dari Blade Runner yaitu Ridley Scott merasa sangat kesal dengan film terbaru dari Blade Runner berjudul Blade Runner 2049. Kenapa ya?

Bagi pecinta film science fiction kita tahu bahwa film terbaru dari Blade Runner berjudul Blade Runner 2049 merupakan salah satu film terbaik di tahun 2017 dan kami juga sampai harus membuat ulasan dari film ini sepanjang lebih dari 1500 kata untuk membuktikan betapa agung dan luar biasanya film yang disutradarai Denis Villeneuve ini.

Tetapi sang sutradara asli dari film prekuelnya yaitu Ridley Scott ternyata masih kesal dengan Blade Runner 2049. Ia kesal bukan karena pembawaan dari film ini yang jelek atau karakternya yang biasa saja. Melainkan suatu hal yang sebenarnya sudah bisa ditebak kalau misalnya kamu sering membaca berita tentang Blade Runner 2049.

Ya, Ridley kesal karena film ini terlalu panjang.


CONTINUE READING BELOW

Ulasan Mendalam Blade Runner 2049: Mengulang Kejayaan Kultus Sci-Fi

Denis Villeneuve dan Ryan Gosling berhasil mengulang kesuksesan film Blade Runner, judul Sci-Fi yang amat fenomenal! Kok bisa? Simak ulasan versi Duniaku!


Pernyataan ini muncul ketika Ridley mempromosikan film terbarunya berjudul All the Money in the World. Lewat wawancaranya dengan Vulture, Scott berkata bahwa ada satu permasalahan yang krusial dengan hasil akhir dari film ini dan dia berkata seperti ini.

“Aku harus berhati-hati dengan apa yang akan saya katakan. Aku harus berhati-hati dengan apa yang akan saya katakan”, sebelum akhirnya ia kehabisan rasa sabarnya dan berkata, “Film ini terlalu lama gila!”.

Blade Runner 2049 berjalan selama 2 jam 44 menit dan jauh lebih panjang sejam daripada film aslinya. Mungkin penggemar asli di film ini malah senang dengan durasi seperti itu. Tetapi akibat durasi film tersebut pendapatan film ini tidak maksimal karena mendapatkan jam tayang yang sedikit di bioskop.

Ketika film ini dirilis, film ini hanya berhasil membukukan keuntungan US$ 31,5 juta (sekitar Rp. 425 miliar) di minggu pertamanya jauh melebihi apa yang diprediksi oleh distributor dari film ini yaitu Warner Bros dengan angka sekitar US$ 45 juta – US$ 50 juta (sekitar Rp. 608 miliar – Rp. 675 miliar).

Lucunya, Ridley Scott pernah berkata bahwa ia “hampir mengerjakan hampir semua” dari naskah di dalam film ini apalagi dia bertindak sebagai produser dari film ini. Tetapi, ia sendiri tidak mau namanya dimasukkan ke dalam pembuat film ini karena ia malas untuk membahasnya dengan penulis lainnya.

Jadi, apa peran dari Ridley Scott dari film ini, silahkan dibaca jika kamu tidak keberatan dengan spoiler yang muncul dalam kalimat sehabis ini.

Ide besar dari film ini datang dari Blade Runner. Tyrell adalah seorang milyarder, mungkin lima sampai 10 persen dari bisnisnya adalah kecerdasan buatan. Seperti Tuhan, dia telah menciptakan makhluk sempurna yang sama seperti manusia dari segi maksud dan tujuan.

Lalu dia berkata, “Anda tahu apa? Aku akan membuat AI. Saya akan memiliki laki-laki dan perempuan, mereka tidak akan tahu bahwa mereka berdua AI, saya akan membuat mereka bertemu dan jatuh cinta. Mereka akan sempurn, dan mereka akan memiliki anak itulah film pertama.”

Lanjutnya, “film keduanya adalah, apa yang terjadi pada si bayi? Anda harus punya bayi, Anda tidak bisa memiliki ibu, jadi ibu tersebut harus bisa mati empat bulan setelah dia menyusui. Tulang-tulang itu ditemukan di dalam kotak di kaki pohon – itu semua ide saya termasuk pacar digital. Seharusnya aku tidak bicara. Aku menyebalkan.

Tetapi jika bagian itu dihapus maka esensi film dari Blade Runner 2049 akan hilang bukan? Semoga saja dengan ada kejadian ini pihak pembuat film mau menerbitkan DVD berisi Blade Runner 2049 dalam durasi waktu 90 menit agar sama-sama enak satu sama lain.

Diedit oleh Fachrul Razi

Share this article

TENTANG PENULIS
Luthfi Suryanda

Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara