Mengenang 6 Kontestan Terhebat dalam Film Battle Royale, Para Pembunuh dan Survivor!

Battle Royale adalah film yang diadaptasi dari novel ternama karya Koushun Takami. Menyaksikan anak-anak yang masih usia sekolah dipaksa untuk membunuh satu sama lain bisa menjadi tayangan yang membuat shock penonton. Dari semua kontestan di versi film, inilah lima yang paling menonjol!

1515674125000

Battle Royale

Battle Royale adalah film yang diadaptasi dari novel ternama karya Koushun Takami. Menyaksikan anak-anak yang masih usia sekolah dipaksa untuk membunuh satu sama lain bisa menjadi tayangan yang membuat shock penonton. Dari semua kontestan di versi film, inilah enam yang paling menonjol!

Sebelumnya, Battle Royale memiliki tiga versi sejauh ini. Satu adalah film, satu adalah novel, dan satu lagi adalah manga. Itu pun filmnya masih memiliki sekuel lagi, yang penulis anggap tidak ada karena plotnya yang aneh.

Untuk pembahasan ini, seperti yang bisa kamu baca di judul, penulis akan sepenuhnya mendasarkan pada prestasi para tokoh di film. Inilah pembahasannya!

1

Shogo Kawada

Sejak sebelum mulai film saja Shogo Kawada bisa dibilang sudah menjadi ancaman besar bagi semua siswa-siswi kelas 3-B yang dipaksa ikut program Battle Royale. Alasannya? Dia dulu adalah pemenang program Battle Royale. Dia berhasil bertahan dari permainan saling bunuh yang melibatkan sekolah aslinya. Lalu dia bertempur lagi.


CONTINUE READING BELOW

Melawan Shinobi Tangguh, Konohamaru Akan Unjuk Kekuatan di Boruto Episode 41?

Sebagai seorang jonin, Konohamaru Sarutobi mungkin adalah salah satu ninja terhebat di Konohagakure saat ini. Tapi sejauh ini dia belum diberi kesempatan untuk unjuk gigi dalam duel hidup atau mati. Apakah Boruto episode 41 akhirnya akan menunjukkan kekuatan penuhnya? Kalau dilihat dari preview sih tampaknya demikian!


Untung bagi tokoh utama film, Shogo punya agenda tersendiri saat kembali ikut program Battle Royale. Lambat laun terungkaplah kalau ketimbang kontestan lain, keberadaan Shogo justru lebih akan mengancam keberlangsungan program B.R. sendiri.

Walau memiliki salah satu senjata terbaik di program, shotgun, Shogo cenderung menghindari konflik tidak perlu selama film berlangsung. (Total korbannya hanya dua). Namun Shogo kemudian menunjukkan kemampuan tempurnya dengan mengatasi salah satu ancaman terbesar dalam program B.R. yang dihadapi kelas 3-B, Kazuo Kiriyama.

2

Kazuo Kiriyama

Tidak seperti Kiriyama versi novel dan komik, yang merupakan siswa kelas 3-B juga dan memiliki latar belakang jelas, Kazuo Kiriyama versi film adalah misteri. Tidak diketahui cowok ini berasal dari mana. Yang jelas, tidak seperti Shogo yang memiliki motivasi baik saat ikut program Battle Royale lagi, Kiriyama ingin membunuh hanya untuk bersenang-senang.

Sebenarnya Kiriyama memulai permainan ini dengan senjata yang buruk. Untuk yang belum menonton filmnya, senjata yang diperoleh oleh kontestan Battle Royale itu acak tergantung ransel yang mereka terima. Senjata pertama Kiriyama adalah kipas kertas Jepang, yang biasa digunakan di anime untuk memukul orang dalam situasi komedi.

Tapi kesalahan dari geng Mitsuru Numai, yang menemukannya di awal program, membuat Kiriyama sukses mendapatkan salah satu senjata terbaik di program, yakni SMG Uzi. Mengandalkan senjata ini, yang pelurunya seakan tidak habis-habis, Kiriyama memulai jejak pembantaiannya. Ia bahkan bisa memperkuat diri dengan menemukan perlengkapan tambahan, seperti rompi anti peluru.

Total, Kiriyama membunuh 12 orang dalam program Battle Royale, termasuk Shogo Kawada di atas. Shogo mungkin sukses membunuh Kiriyama, namun luka yang ditorehkan Kiriyamalah yang pada akhirnya menyebabkan Shogo tewas.


Kontestan lain film Battle Royale yang sangat berkesan bisa kamu cek di halaman kedua!

Share this article

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.