Gara-gara Pop Team Epic, Seorang Bayi Mengucapkan Kata Pertama yang Ajaib!

Hati-hati jika mempunyai anak yang baru lahir jangan diberi anime Pop Team Epic nanti endingnya bisa jadi seperti ini!

1518592205000

Ah, Pop Team Epic sebuah anime meme yang menjadi bahan omongan di media sosial akhir-akhir ini berkat tema animenya yang sangat absurd dan cerita yang sebenarnya juga tidak tahu itu cerita atau bukan. Akibat menonton Pop Team Epic bisa bervariasi, mulai dari menggunjingkan anime ini di media sosial, merasa kesal karena banyak waktu yang terbuang atau bisa jadi seperti kejadian yang satu ini.

Seorang pasangan yang baru menikah dan baru akan mempunyai anak pastilah ingin anaknya mengucapkan kata pertama yang membuat orang tuanya merasa bangga terhadap anak tersebut. Tetapi, bagaimana jadinya jika orang tuanya memberikan tontonan Pop Team Epic di awal kelahirannya ketimbang memberi sesuatu yang jauh lebih berguna?


CONTINUE READING BELOW

Ngaco! Inilah Kumpulan Parodi Kocak dari Pop Team Epic Episode 1!

Bisa dibilang, anime Pop Team Epic terasa sebagai kumpulan parodi beruntun. Apakah kamu bisa menemukan semua parodi dari Pop Team Epic episode 1?


Ya, akibat menonton Pop Team Epic seorang bayi yang baru lahir tidak sengaja mengucapkan kata yang ada di dalam anime Pop Team Epic dimana sang bayi mengucapkan kata yang selalu diulang-ulang dalam anime ini, begini kejadiannya seperti yang diucapkan oleh pemilik akun Twitter @s_saihi.

Terjemahan:

TV: Pop Tepi Pikku
Saya & Istri: Hahahahahaha
Bayi: …..Po
Saya&Istri: !?
Bayi: Popuce
Saya: Woyyyyy, stoooooooop woyyyy!!!!!!!
Istri: Harusnya kata pertamanya Mama dan Papa!!!!!!!!!!!!!!

Seperti yang sudah diutarakan pada terjemahan di atas, para pasangan ini tidak mau kata yang keluar ketika baru lahir adalah Pop Team Epic dan langsung berteriak kepada sang bayi untuk berhenti mengucapkan hal itu.

Tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Para orang tua ini harus menerima akibat dari dosa mereka menonton Pop Team Epic di tengah suasana yang vital ini.

Setelah dipublikasikan twit ini mendapatkan 151 ribu like dan lebih dari 78 ribu retweet.

Sebenarnya ada hal yang cukup menarik pada kejadian ini, kenapa orang tua tersebut menonton Pop Team Epic di saat kejadian vital seperti ini? Apakah mereka butuh dosis hiburan yang sangat memeable dan absurd atau mereka ingin anaknya bisa mempunyai laman fanpage Facebook sendiri dan menjadi admin page meme legendaris seperti Semiotika Adiluhung 1945 atau Penahan Rasa Berak? Ah saya juga bingung jadinya.

Diedit oleh Fachrul Razi

Share this article

TENTANG PENULIS
Luthfi Suryanda

Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara