Beda Zaman! 5 Alasan Kenapa Game Digital Bakal Keren di Masa Depan!

Seberapa besar pengaruh game digital dalam industri game di masa depan? Apakah eksistensi game fisik akan benar-benar punah? Ini dia 5 alasan kenapa game digital bakal keren di masa depan!

1519283420000

Seberapa besar pengaruh game digital dalam industri game di masa depan? Apakah eksistensi game fisik akan benar-benar punah? Ini dia 5 alasan kenapa game digital bakal keren di masa depan!

1

Murah

game digital

Sumber: crazygamerz

Tak bisa dipungkir, game adalah sebuah hobi yang mahal. Setiap melakukan pembelian sebuah sistem harga benar-benar tidak bisa dijadikan patokan, karena biasanya ada biaya lain seperti hardware, aksesoris tambahan, game itu sendiri, dan beberapa layanan lainnya.

Permasalah dalam masa depan game digital yaitu kecepatan internet yang cepat tidak tersedia untuk semua orang saat ini. Kami sudah melihat banyak game digital memiliki harga lebih rendah ketimbang game fisik, meskipun ini sebenarnya tergantung pada kebijakan penerbit.

Well, tapi lihat saja game PC yang cenderung lebih murah secara signifikan dibandingkan PlayStation 4 atau Xbox One.

2

Banyaknya layanan game subscribe

game digital

Sumber: windowscentral

Xbox Game Pass adalah sebuah ide yang cukup jenius. Intinya seperti Netflix versi video game untuk platform Xbox One. Setiap pengguna bisa mengakses lebih dari 100 game Xbox One dan Xbox 360, mengunduh apapun yang mereka inginkan untuk dimainkan lewat konsol mereka dan menyimpannya selama mereka masih berlangganan.

Dengan harga USD9,99 (sekitar Rp135 ribu) per bulan, sebenarnya kamu sama seperti membeli dua game AAA (asumsi setiap game dibanderol dengan harga USD60) sepanjang tahun.

Dengan berlangganan Xbox Game Pass yang menawarkan game seperti Crackdown 3, State of Decay 2, Sea of Thieves, dan semua game eksklusif first party lainnya, tentu akan ada banyak uang yang bisa kamu “selamatkan” dalam satu tahun.

Tentu memiliki game fisik bisa menjadi sebuah keuntungan, karena jika kamu bosan, kamu masih bisa menjualnya. Namun, untuk USD120 (sekitar Rp1,6 juta) per tahun untuk sebuah akses deretan game yang terus diperbarui, jelas hal tersebut terlihat sangat bernilai dibandingkan merogoh kocek USD60 (sekitar Rp815 ribu) setiap perilisan game AAA.

3

Tidak perlu repot mengganti CD game

game digital

Sumber: blackdollindustries

Sebagian besar dari kamu tentu setuju bahwa kegiatan mengganti CD game terkadang memberikan sebuah ketidaknyamanan kecil yang seharusnya bisa dihilangkan dengan menggunakan game digital. Memang sih duduk terlalu lama akan berdampak pada kesehatan, tapi namanya juga gamer, pastinya ingin yang praktis dan tidak merepotkan bukan?

4

Kehabisan stok merupakan sebuah hal yang ketinggalan zaman

game digital

Sumber: ukie

Sebuah hal yang tidak mengenakan jika saat kita ingin membeli sebuah game favorit di toko game dan berakhir dengan tangan hampa karena kehabisan stok. Apalagi game yang kamu ingin beli termasuk game minor yang tidak terlalu populer, bisa jadi lebih sedikit lebih sulit ditemukan.

Nah disinlah keindahan dari game digital. Tidak ada lagi kata kehabisan stok dan membeli secara digital tentu saja menjadi pilihan para gamer saat ini.

5

Mendapatkan dan bermain game lebih cepat

game digital

Sumber: regulargamer

Sebagai gamer sejati tentu ada sedikit sifat tidak sabar karena terlalu bersemangat untuk segera bisa memainkan game favorit. Karena kita berada di Indonesia dan kebanyakan game rilis dini hari, tentu membeli game fisik bukan sebuah pilihan yang tepat. Dan sekali lagi game digital akan muncul sebagai alternatif yang jauh lebih menarik.

Bahkan di Xbox dan PlayStation Store, gamer bisa melakukan pre-order game terbaru dan meminta sistem untuk mengunduh game secara otomatis beberapa hari sebelum diluncurkan.


CONTINUE READING BELOW

Nyebelin! Ini Dia 4 Pertanyaan yang Paling Dibenci Gamer!

Hal yang menjadi senjata bagi para non gamer adalah menanyakan pertanyaan yang paling dibenci gamer. Apa saja? Ini dia 4 pertanyaan yang sebaiknya jangan kamu tanyakan kepada para gamer!


Diedit oleh Fachrul Razi

TENTANG PENULIS
era