Nasib Thanos di Akhir Infinity War Sangat Unik, Ini Alasannya! (SPOILER ALERT!)

Ada yang unik soal nasib Thanos di akhir Avengers: Infinity War. Apakah kamu menyadarinya?

1524978030000

Apakah kamu sudah sempat nonton Infinity War di pekan pertama penayangannya ini? Kalau iya, dan kamu merasa penasaran dengan nasib Thanos di akhir Infinity War, kamu datang ke artikel yang tepat.

Penulis menemukan hal menarik mengenai nasib sang Mad Titan di akhir film. Hal ini bisa jadi akan memberi dampak tak terduga di film berikutnya.

Kalau kamu sebetulnya masih belum kebagian tiket nonton dan anti-bocoran, kamu jelas masuk ke artikel yang salah. Pikir-pikir lagi dua kali sebelum melanjutkan membaca.

SPOILER ALERT!!!


CONTINUE READING BELOW

Review Avengers: Infinity War: Film Paling Kelam Marvel Cinematic Universe!

Infinity War wajib banget ditonton lho, apalagi buat fan Marvel Cinematic Universe. Nggak percaya? Baca saja review Infinity War ini!


Kalau kamu sudah membaca sampai paragraf ini, penulis rasa kamu sudah oke menghadapi pengungkapan soal kejadian di Infinity War.

Yap, Thanos menang. Misinya untuk memusnahkan semesta tercapai. Dia bahkan bisa mewujudkan mimpinya: beristirahat, menikmati cahaya fajar dari semesta baru yang populasinya baru saja dikurangi setengah.

Kalau di komik sih, Thanos memusnahkan separuh semesta ini justru baru pembuka konflik. Para pahlawan di seluruh semesta menyadari ada yang salah, karena sebagian besar dari mereka tidak menyadari Thanos sudah mengumpulkan semua Infinity Stone. Pada akhirnya, Adam Warlock lalu memimpin pasukan pahlawan untuk mencoba menaklukkan Thanos.

Post-credits Infinity War juga memperlihatkan Captain Marvel. Jadi mungkin kamu akan mengira kalau, seperti di paruh akhir Infinity War, akan terjadi perang besar yang sampai melibatkan makhluk kosmis seperti Eternity segala.

Tapi nasib Thanos di Infinity War membuat penulis berpikir itu akan sulit terjadi.

Ingat interaksi Thanos dengan jiwa Gamora di akhir? Misi Thanos tercapai, tapi sebagai bayaran ia sudah kehilangan segalanya.

Pasukan pendukungnya? Sebelum ini saja Ronan, Chitauri, dan The Other sudah mati. Saat Infinity War berakhir, semua Black Order telah tewas. Sudah begitu, jentikkan jari Thanos juga sekalian melenyapkan banyak Outrider, pasukan monsternya yang menyerang Wakanda.

Orang yang ia sayangi dengan sepenuh hati? Thanos harus mengorbankan Gamora hanya untuk memperoleh Soul Stone.

Visinya? Visinya sudah terwujud. Ini tidak seperti di Infinity Gauntlet, saat Thanos masih terus berusaha untuk menggaet hati Death. Di Infinity Gauntlet, Thanos hanya melenyapkan separuh semesta agar Death terkesan kepadanya. Di Infinity War, itu adalah tujuan akhirnya.

Tapi Thanos bisa tetap berbahaya karena Infinity Gauntlet, kan? Tidak.

Gara-gara jentikkan jari penyebab kiamat, sarung lengan ini terlihat rusak. Thanos masih dapat menggunakannya untuk berteleportasi, namun penulis merasa kalau sarung lengan ini dipakai untuk bertarung intens, pada akhirnya sarung lengan ini akan benar-benar meledak atau tak bisa digunakan lagi. Bukan hal yang baik saat Stormbreaker Thor sudah terbukti mampu menghadapi kekuatan Infinity Gauntlet dengan batu akik lengkap.

Yang membuat penulis kagum dengan nasib Thanos ini adalah: kebanyakan penjahat Marvel melakukan aksinya didorong oleh obsesi yang ujung-ujungnya untuk memuaskan hasrat mereka. Seperti Ronan yang ingin Xandar hancur demi memenuhi ambisi lamanya. Atau Killmonger yang ingin dunia terbakar setelah ia melalui masa lalu yang keras. Bila tujuan mereka tercapai, mereka pasti akan senang.

Thanos? Untuk memenuhi misi ini, Thanos harus menghancurkan kebahagiaannya sendiri. Ia tidak melakukan semua kekejian ini karena dia suka. Saat Mantis membaca emosinya, wanita itu dapat merasakan kalau pria yang satu ini menderita karena harus mengorbankan Gamora. Thanos benar-benar merasa ini yang terbaik untuk menyelamatkan galaksi, dan bila ia harus mengorbankan kebahagiannya agar kehidupan di semesta tetap berlangsung, maka itulah yang akan ia lakukan.


Nasib Thanos yang unik ini membuat penulis berpikir mengalahkan Thanos bukanlah misi utama di Avengers 4. Spekulasi penulis dapat kamu baca di halaman kedua!

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.